oleh

Keluarga, Tuntut Pemerintah RI Tanggung Biaya Pemulangan Jenazah Mendocha ke TL

ATAMBUA, Terasntt.com — Keluarga korban Martha Jose Mandocha (25) menuntut agar Pemerintah Indonesia memibayai pemulangan jenazah Mandocha ke Timor Leste. Tuntutan tersebut dimuat dalam surat yang ditujuhkan kepada Kepala Imigrasi Atambua, Jumat 4 September 2015.
Dalam surat tersebut pihak keluarga meminta, Imigrasi Atambua bertanggung jawab terhadap pemulangan jenazah Mandocha ke Maubesi Negara Timor leste.
Selain itu keluarga, juga meminta semua urusan adat – istiadat yang berkaitan dengan penerimaan jenazah dan penguburan di Timor Leste ditanggung sepenuhnya oleh Imigrasi Atambua dengan total biaya sebesar Rp 300 juta.
Sarmento, ketika ditemuai di RSUD Atambua, Sabtu (5/09/2015) mengatakan, pihaknya berharap Imigrasi Atambua bertanggung jawab secara keseluruhan biaya mepulangan anaknya hingga proses adan dan pemakaman.
” Saya kecewa karena anak saya tewas dalam ruang Imigrasi, kenapa mereka (Imigrasi – red) tidak menitipkan saja sel Polres Belu. Kalau di polres anak kami pasti belum mati dan besok kami akan membawah jasadnya kembali ke Timor Leste,” tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, bahwa
Dua warga Negara Timor Leste, Julio Roberts Correia (33) dan Martha Jose Mandocha (25) ditemukan tewas dalam Sel Imigrasi di Atambua, Jumat (4/9/2015). Keduanya ditemukan petugas Imigrasi dalam posisi yang berbeda.
Martha berada diatas tempat tidur, sementara Julio tergantung di pintu kamar dengan seutas tali terlilit pada lehernya.
Sebelumnya, kedua warga asal Negara Timor Leste ini ditangkap pihak Kepolisian Polres Belu di Haliulun Wilayah Belu pada hari Kamis, 3 Sepmtember 2015 dan kemudian diserahkan ke pihak Imigrasi untuk mengurus kelengkapan dokumen mereka.(Ino)

Komentar