oleh

Kaukus Perempuan Perjuangkan Nasib Wanita NTT

KUPANG, Terasntt.com — Kaukus perempuan parlemen yang berada di daerah siap memperjuangkan nasib dan semua persoalan bagi kaumnya di NTT. Langka yang diambi untuk memperkuat kebijakan pro gender sesuai fungsi parlemen.
Demikian dikatakan Anggota DPRD Sikka, Maria Anggelorum Mayestati, didampingi Paskalia serta Maria Filina Tahu dan Maria Hidelgardis Amlena dari DPRD TTU di Sekretariat DPRD Provinsi NTT, Jumat (21/8/2015).
Keterangan pers yang dipandu Direksi Lembaga Rumah Perempuan Kupang, Libby Ratuarat – Sinlaeloe tersebut , Mayestati mengatakan, parlemen, akan melakukan sharing pada daerah masing, dengan berbagai persoalan perempuan sesuai tugas yang dipercayakan di parlemen.
” Banyak persoalan yang terjadi antara lain masalah keselamatan dan kesejatheraan perempuan dan anak.Tinggi kasus trafficking yan dialami oleh anak perempuan dan perempuan dewasa. Perlemen kaukus perempuan segera dibentuk di semua regional sesuai dengan jumlah parlemen untuk bersatu memperkuat, merumus program pada wilayah kerja masing dalam penanganan kasus perempuan di NTT. Tujuan pertama meningkatkan kapasitas perempuan,”katanya.
Dia menambahkan, diilihat kurangnya perempuan dalam pencalegkan, karena masih kurang kualitas di Parlemen dan akan bersama mendorong perempuan agar terpilih bisa berjuang persoalan perempuan di daerahnya sesuai tugas yang dipercayakan di parlemen.
“Yang paling utama penguatan kapasitas. Parlemen perempuan datang dari besik yang berbeda-beda sesuai kemampuan, hanya tinggal bagaimana dilakukan penguatan kapasitas. Banyak kebijakan parlemen tidak berpihak kepada perempuan. Sesuai kultur perempuan selalu dimiskinkan. Selama ini tidak ada yang merasa penting mempersiapkan perempuan ketika berada di parlemen, kakukus ini ada untuk memperkuat kapasitas perempuan,”tegasnya.
Sementara Paskalia mengatakan, keberadaan Kaukus Perempuan untuk menyelesaikan masalah kaumnya.
Perempuan adalah mahkluk mulia,tentunya perempuan tidak bisa berjalan sendiri tetapi membutuhkan dukungan.
Sedangkan, Hidelgardis Amlena menjelaskan, kekuatan parleman kaukus tidak pesemis untuk membuat wajah perempuan lebih baik terutama di parlemen. Sehingga keterlibatn kaum perempuan dalam dunia politik sebagai caleg bukan hanya unsur formalitas saja menggenapi 30 persen. Namun dengan adanya kaukus perempuan, caleg perempuan akan disiapkan dan diberi penguatan.(rif)

Komentar