Home Humaniora Kasus Stunting di NTT, Kabid Adriany: Renstra Gubernur Melampaui Target

Kasus Stunting di NTT, Kabid Adriany: Renstra Gubernur Melampaui Target

146
0
SHARE

Kabid Kesehatan Dinkes NTT Iies Adriany (foto faris)

Kupang, terasntt.com — Kasus stunting di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi. Bahkan Guburnur dalam Rencana Strateginya (Renstra) memprioritaskan penurunan angka stunting untuk anak balita hingga kini melampaui target.

Perlu diketahui, Renstra 2019 menekankan pada penurunan angka stunting di NTT dari 42,46 persen tahun 2018 menjadi 38 persen di tahun 2019. Sementara untuk tahun 2020, angka stunting di NTT ditargetkan berada diangka 33,5 persen.

Menanggapi akan hal tersebut, Kepala Bidang Kesehatan Dinas kesehatan (Dinkes) provinsi NTT, Iies Adriany sebagai eksekutor dilapangan menyebutkan angka prevalensi stunting di NTT menurun drastis dari renstra yang ditetapkan.

” Data memang masih diolah, kalau dibandingkan provinsi lain mungkin masih jauh, tapi secara target renstra dari gubernur kita sudah mencapainya,” kata Iies Adriany di ruang kerjanya, Selasa (14/01/2020).

Berdasarkan data sementara dari Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi NTT menunjukan, kasus stunting tahun 2019 berada diangka 30,9 persen.

Angka tersebut bila dibandingkan dengan renstra stunting 2019 dan 2020 telah melampaui target sekitar 3 – 8 persen dari target yang ditetapkan.

Tercapainya renstra tersebut lanjutnya, merupakan hasil sinergitas dinkes provinsi dengan sejumlah stakeholders. Mengingat dari 25 indikator stunting, hanya 14 indikator saja yang berhubungan langsung dengan kesehatan.

“Ini kerja semua sektor, jadi tidak hanya kesehatan saja,” ucapnya

Kendati telah melampaui target, wanita yang juga adalah dokter gigi ini menyebutkan, akan terus bekerja meminimalisir angka stunting di NTT. Mengingat cuaca ekstream yang kemudian berpengaruh pada gagal panen dari masyarakat menjadi faktor pendorong lainnya dari peningkatan stunting.

Salah satu strategi yang dilakukan untuk menimalisir terjadinya kenaikan stunting adalah dengan melakukan pendampingan kepada ibu dan anak.

“Ibu hamil juga dipantau, kalau kurus kronis kita berikan PMT (pemberian makanan tambahan),” jelasnya.

Selain kepada ibu hamil, para remaja atau calon ibu juga menjadi perhatian dari Dinkes Provinsi. Hingga saat ini, pihaknya telah menjalin kerjasama dengan kurang lebih 800 hingga 900 sekolah di NTT.

” Dari remaja kita sudah kawal, calon ibu harus dipersiapkan untuk jadi ibu yang baik. Kita sudah berikan tablet FE, tablet penambah darah secara gratis ke sekolah-sekolah,” katanya.(fs)

Berikan Komentar Anda.