oleh

Kase : Saya Heran Ada Anggota DPRD Jadi Humas Bupati TTS

SOE, Terasntt.com — Wakil Ketua 2 DPRD TTS, Alexander Kase menyayangkan sikap anggota Dewan yang melaporkan DPRD TTS ke PTUN Kupang terkait hak interpelasi. Sidang paripurna telah menetapkan hak interpelasi untuk mendengarkan jawaban Bupati TTS terkait berbagai persoalan.
” Saya heran ada anggota Dewan yang bertindak sebagai humas atau juru bicara bupati. Ketika terjadi walk out, saya menerima palu pimpinan hanya untuk melanjutkan agenda yang sudah ditetapkan. Saya hanya melanjutkan sidang paripurna. Jadi ada yang beranggapan keputusan itu dipolitisir segala macam itu tidak benar. Masalah interepelasi agar bupati menggunakan hak jawab. Apakah tidak boleh. Alasannya sangat kuat karena dana Silpa naik dari tahun ke tahun. Juga tahun anggaran 2015 hingga semester kedua ini belum ada pembangunan. Banyak persoalan seperti kekeringan hingga menyedot perhatian orang pusat tidak dikoordinasikan bupati,” kata Kase di ruang kerjanya, Senin (3/8/2015).
Alex Kase, mengaku sudah tahu Fraksi Gerindra, PKPI, Nasdem dan PKS yang melaporkan ke PTUN Kupang terkait hak interpelasi dan saya sudah menelpon bupati tidak ada maslah.
” Ko sepertinya ada anggota Dewan yang menjadi humasnya bupati. Soal jawaban bupati terhadap pemandangan umum fraksi dalam sidang Paripurna itu hal yang biasa – biasa saja. Sedangkan Interpelasi itu kita hanya meminta jawaban bupati. Dan hari ini kalau sudah faraksi – faksi kita akan bersurat ke bupati untuk memberikan hak jawaba. Memang ada anggota Dewan yang kepanasan hingga melaporkan ke PTUN. Ada apa ini,” tegasnya.
Kase juga menegaskan pihaknya tidak gentar dengan laporan ke PTUN, dan jika ada panggilan pihaknya siap menghadap.
” Jika PTUN memanggil, kami akan menghadap kapan saja. Jika kami salah tunjukan keselahan itu dimana. Hak interpelasi itu keputusan lembaga bukan keputusan pribadi saya,” tegasnya.(mas)

Komentar