Home Daerah Karya Arsitektur Soekarno di Kupang Luput dari Perhatian Pemerintah

Karya Arsitektur Soekarno di Kupang Luput dari Perhatian Pemerintah

1173
0
SHARE
Foto : Rafael L. Pura

KUPANG, Terasntt.com — Bangunan Pabrik es pertama di Kota Kupang karya Aristektur yang juga Presiden RI Pertama Soekarno luput perhatian pemerintah. Bangunan ini dibiarkan begitu saja tanpaperawatan.

Hal tersebut diungkapakan Ketua Fraksi Nasdem, Nicky Uly di Kantor DPRD Kota, Selasa, (18/7/2017).

Nicky mengataka, hal tersebut diketahuinya setelah mendapat informasi dari masyarakat bahwa Bangunan pabrik berusia 50 -an tahun tersebut akan dijual oleh pemiliknya.

Seharusnya, lanjut Nicky Ully, Pemerintah mempunyai perhatian lebih akan keberadaan bangunan tersebut, bila perlu didorong jadi cagar budaya.

” Oleh karena itu kami dari Fraksi NasDem DPRD Kota Kupang mengharapkan Pemerintah Kota Kupang dapat mengidentifikasi bangunan bersejarah tersebut dan juga bangunan lain yang mempunyai nilai sejarah tinggi agar ditetapkan sebagai cagar budaya yang harus dipelihara dan dijaga, itu pasti menjadi lirikan para wisatawan yang berkunjung ke Kota Kupang sebagai saksi sejarah berdirinya Kota Kupang,” katanya.

Ia mencotohkan bangunan Pabrik es tersebut dengan bangunan Sharina yang juga didesain oleh Soekarno, sekarang menjadi budaya yang terus dilesatikan, karena memiliki nilai sejarah.

Untuk itu, ia mengatakan, pihaknya akan bersurat ke Pemerintah Provinsi agar menetapkan bangunan Pabrik es itu menjadi Cagar Budaya dan menjadi ikon Kota Kupang.

Nicky mengaku, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pariwisata Kota Kupang dan telah menyatakan kesediaan untuk mengidentifikasi dan diusululkan ke pemerintab Provins NTT agar segera ditetapkan menjadi Cagar Budaya, namun hingga saat ini, pemerintah Provinsi belum merespon usulan tersebut.

Padahal, lanjutnya apabila pemerintah Provinsi segera merespon kemudian mengusulkannya ke Pemerintah pusat, maka semua biaya pemeliharaan menjadi tanggungan Pemerintah Pusat.

” Intinya, bangunan pabrik es itu harus diselamatkan dan apabila pemiliknya tetap mau menjualnya, pemerintah harus segera mengambil langkah cepat untuk membelinya,” tegas Niki.

Nicky berharap, dengan usulan yang telah dlayangkan pihak Dinas Pariwisata, kiranya Pemerintah Kota yang akan datang dapat menindaklanjutinya.

Sementara pada tempat berbeda, Kepala Dinas Pariwisata Kota Kupang, Esther Mumu mengatakan, berkaitan bangunan tua (Pabrik Es) yang memiliki nilai sejarah tersebut, pihaknya telah mengusulkan ke pemerintah provinsi, namun hingga saat belum ada jawaban.

“ Ada beberapa bangunan tua yang memiliki nilai sejarah yang berada di kota tua. Kami telah usulkan ke provinsi, namun hingga saat belum ada jawaban apakah sudah ditetapkan atau belum sebagai Cagar Budaya. Karena saat ini untuk urusan kebudayaan telah beralih fungsi ke dinas pendidikan, bukan lagi di dinas pariwisata,” kata Esther.

Esther mengaku, bangunan bersajarah yang sudah berusia di atas 50 tahun sudah layak ditetapkan jadi bangunan bersejarah, namun tentunya semua keputusan ada di tingkat provinsi dan pusat.

” Sebab dalam menetapkan suatu bangunan bersejarah menjadi cagar budaya, tentunya dari pusat akan mengirim tim untuk melakukan survey nantinya. Sehingga diharapkan dengan telah diusulkan bangunan tua bersejarahkan dapat terjawab dengan cepat,” katanya.(rafael l pura)

Berikan Komentar Anda.