by

Kapolresta – Kajati NTT Minta Maaf, Kasus Penganiayaan Aktivis PMKRI Tetap Diproses

KUPANG, Terasntt.com — Kasus penganiayaan aktivis PMKRI Cabang Kupang mengisahkan piluh mendalam bagi semua elemen kemahasiswaan di NTT. Kapolresta dan Kajati NTT melalui perwakilannya menyampaikan permohonan maaf atas tindakan tak terpuji itu saat upaya mediasi oleh Komisi I DPRD NTT di ruang sidang DPRD setempat, Kamis (3/11/2016).

Walau demikian kasus penganiayaan tersebut tetap diproses sesuai dengan peraruran perundangan yang berlaku di republik ini.

” Dengan ini kami memohon maaf kepada anggota PMKRI, memang itu adalah kesalahan anggota kami dan diluar dari surat operasi pengamanan. Dengan ini, kami memohon maaf,” kata Yohanes Bangun mewakili Kapolresta.

Demikian juga, Kejaksaan Tinggi Kupang yang diwakili Ridwan Angsar, menyampaikan permohonan maaf yang sama kepada anggota PMKRI Cabang Kupang dan berjanji kedepan lebih tegas dan transparan dalam menyelesaikan kasus.

” Kami memohon maaf kepada anggota PMKRI, ini memang sebuah kesalahan, kedepannya, kami akan lebih tegas dan transparan dalam menyelesaikan sebuah kasus,” ujar Ridwan.

Menanggapi permohonan maaf itu, Ketua PMKRI Cabang Kupang, Kristoforus Mbora, menegaskan bahwa permintaan maafnya diterima, tetapi tanpa mengabaikan proses hukum.

” Permintaan maaf kami terima, tapi proses hukum akan tetap berjalan,” tegasnya.

Sementara Wakil Ketua DPRD NTT, Aleks Ofong menyampaikan apresiasinya terhadap sikap dari masing – masing pihak.

” Saya mengapresi kerelaan hati semua pihak dengan rendah hati meminta maaf. Marilah kita sama – sama berpelukan dan saling memaafkan,” ujar Ofong.

Sebelumnya, Ketua Presidium PMKRI Cabang Kupang, Mbora menjelaskan, bahwa aksi penganiayaan terhadap aktivis itu terjadi ketika sedang melakukakan demonstrasi dan orasi di depan gedung Kejaksaan Tinggi tanggal 28 Oktober 2016 lalu. (raf)

Comment

Berita Terbaru