oleh

Kadis Perhubungan NTT Tepis Beredarnya Isu Penutupan Bandara & Pelabuhan

Kadis Perhubungan NTT Isyak Nuka

Kupang, teras-ntt.com — Masyarakat Nusa Tenggara Timur, akhir -akhir ini hangat membicarakan beredarnya isu tentang penutupan bandara dan pelabuhan laut. Beredarnya isu ini, akibat cenderung meningkatnya jumlah pasien positif Corona di NTT dari pelaku perjalanan.

Kepala Dinas Perhubungan Nusa Tenggara Timur, Isyak Nuka saat di konfirmasi diruang kerjanya, Senin (28/9/2020), menepis isu Penutupan Bandara dan Pelabuhan tersebut.

Menurutnya, sekalipun kasus positif di NTT meningkat dari pelaku perjalanan, namun pemerintah provinsi belum ada niat menutup pelabuhan dan bandara.

” Isu ini tidak benar dan tidak bertanggung jawab. Kemarin sudah ada 10 orang. Ada yang dari Sumba, Ende, Bajawa dan Manggarai. Mereka menanyakan apakah bandara dan pelabuhan ditutup. Dan saya katakan bahwa tidak ada penutupan. Tetap berjalan seperti biasa dan harus selalu mengikuti protokol kesehatan,”tegas Isyak.

Dia menjelaskan bahwa ekonomi NTT masih bergantung dari luar daerah. Untuk itu, yang mesti diperhatikan saat ini yakni protokol kesehatan harus selalu di terapkan dengan disiplin dan taat serta bertanggung jawab, baik pelaku perjalanan dari luar daerah maupun yang di daerah NTT.

“Ekonomi kita masih bergantung dari luar daerah. Karna itu tidak mudah menutup bandara ataupun pelabuhan. Upaya penanganan agar tidak terjadinya penyebaran covid, para pelaku perjalanan dari luar harus taat, disiplin dan bertanggung jawab dalam menerapkan protokol kesehatan yang telah pemerintah anjurkan,”kata Isyak.

Dia juga meminta masyarakat agar jangan mudah percaya terhadap berita ataupun isu yang belum jelas sumbernya.

“Saya minta agar masyarakat jangan terlalu cepat percaya terhadap berita ataupun isu yang tidak jelas darimana sumbernya. Jika masyarakat mendengar hal seperti ini lagi silahkan langsung hubungi ke dinas terkait sehingga bisa diklarifikasi dan dijelaskan,” ujarnya.

Lebih lanjut Isyak menyampaikan bahwa siapapun baik wisatawan ataupun masyarakat bisa datang kesini, karena bandara dan pelabuhan tidak ditutup, namun harus selalu mematuhi protokoler kesehatan.

” Wisatawan ataupun siapa saja, bisa datang ke NTT. Pelabuhan dan bandara tidak ditutup. Tapi harus mengikuti dan mematuhi protokoler kesehatan yang telah dikeluarkan kementerian Kesehatan RI melalui surat edaran terbaru. Surat tersebut di tujukan kepada para Operator, Kepala Bandara, Kepala Pelabuhan agar melakukan penjagaan yang ketat terhadap protokol kesehatan, seperti meminta data rapir test maupun PCR sebagai data riwayat kesehatan pelaku perjalanan,”tandasnya.

Seperti diketahui, jumlah kasus sesuai data Gugus Tugas penanganan Covid-19 hari ini (28/9/2020) di Nusa Tenggara Timur mencapai 406 orang. Dari jumlah tersebut, 268 pasien telah sembuh, 132 pasien sedang dirawat, dan 6 orang meninggal dunia.(ran)

Komentar

Berita Terbaru