oleh

Jokowi Ingatkan Pidato Bung Karno di Kongres PA GMNI

Jakarta, CNN Indonesia — Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan pentingnya pidato Presiden Sukarno ketika membuka Konferensi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) pada 17 Februari 1959. Jokowi menyatakan kaum Marhaen memiliki cita-cita yang besar untuk memajukan rakyat Indonesia.

“Dalam forum ini saya ingin semua ingat pidato Bung Karno. Kaum Marhaen hendak membangun masyarakat yang kuat, yang bahagia sentosa, adil, makmur,” ujar Jokowi saat membuka Kongres III Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) di Gedung International Expo, Kemayoran, Jakarta, Jumat (7/8).

Dalam acara yang dihadiri oleh Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri itu Jokowi meminta semua elemen bangsa untuk tidak melupakan perjuangan kaum marhaen sebagai kaum rakyat yang melarat atau dimelaratkan.

“Kita tidak boleh meninggalkan rakyat, pembantu rumat tangga, buruh, tani, tukang cuci, dan rakyat kita yang diperbatasan. Kita tidak boleh berjarak dengan rakyat, tidak boleh menjadi steril,” tutur Jokowi. “Tidak boleh berjarak dengan rakyat, sekali lagi.”

Jokowi menyatakan bahwa untuk mewujudkan jalan cita-cita perubahan membutuhkan perjuangan yang keras. “Bukan mulus. Berliku dan mendaki banyak tantangan baru yang harus kita hadapi. Kita harus melindungi kedaulatan negara kita, laut kita dari pencurian ikan,” ujarnya.

Jokowi lantas mencontohkan kerugian sangat besar yang dialami bangsa Indonesia dari pencurian kekayaan laut. “Saya diberi info dari menteri KKP sehari ada 7 ribu kapal ilegal yang mencuri ikan kita. Saya tanya kehilangan berapa kita per tahun? Dijawab Rp 300 triliun per tahun,” kata Jokowi.

Kerugian sebanyak itu, ujar Jokowi, baru dari pencurian ikan saja. “Belum pertambangan ilegal, pencurian kayu, ilegal logging. Ikan saja Rp 300 triliun. Bayangkan kalau kita bagi dengan seluruh rakyat Indonesia,” tutur dia.

Jokowi menambahkan bangsa Indonesia harus menghadapi berbagai tantangan yang besar sebagai masyarakat majemuk. Termasuk tantangan menghadapi kemiskinan dan ketimpangan. “Belum semua saudara kita menikmati listrik, pendidikan, dan kesehatan yang memadai.”(CNN)

Komentar