by

Jelamu : Evaluasi TdF Menunggu Waktu yang Tepat

KUPANG, Terasntt.com — Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTT, Marius Jelamu mengakui rapat evaluasi Tour de Flores (TdF) belum dilaksanakan karena berbagai kesibukan. Laporan dan dokumen evaluasi sudah dipersiapkan.

” Saya sudah menyiapkan surat undangan untuk rapat evaluasi antara Gubernur dengan kapala daerah sedaratan Flores dan Lembata serta Pemerintah Provinsi. Hanya masih menyesuaikan waktunya Pak Gubernur, karena jadwal kegiatan beliau sangat padat.
Kita harapkan setelah lebaran bisa rapat evaluas,” kata Jelamu saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (15/6/2016).

Menurut Jelama, secara keseluruhan pelaksanaan TdF mendapat dukungan yang luar biasa dari masyarakat dan berbagai kalangan, namun untuk pelaksanaan kedepan perlu ada kesamaan presepsi semua kepala daerah.

” Secara keseluruhan kita harus menyamakan persepsi dulu bersama para bupati sedaratan Flores dan Lembata. Agar kedepan persiapannya lebih bagus. Kalau kali lalu hanya enam bulan dan berhasil sehingga mendapat apresiasi luar biasa dari Ferderasi Balap Sepeda Internasional (FBSI). Kali ini penakluk – penakluk gunung terutama tim Iran belum ikut, tapi dengan melihat Tour de Flores mereka akan ikut pada lomba tahun depan. Mereka baru menemukan ternyata gunung – gunung itu banyak di Flores. Tour de cingkarang gunungnya kurang. Yang sangat menantang adalah TdF hingga mampu menyedot perhatian tim Iran yang selama ini dikenal sebagai penakluk gunung. Rencana tahun depan mereka hadir,” ujar Jelamu berapi – api.

Menurutnya hajatan TdF bukan sekedar mempromosikan pariwisata, tetapi sebagai media untuk mempromosikan berbagai kekayaan di NTT dan bukan hanya Pariwisata. TdF adalah media yang memperkenalkan semua keunggulan NTT kepada dunia, bukan hanya pembalap internasional dan folowers tetapi juga investor hingga bisa melirik peluang investasi di NTT.

” Salah satu keuntungan dari TdF jalan lintas Flores mendapat perhatian khusus dari Menteri PU. Dan ini menjdi pintu masuk untuk membangun NTT. Sejak berlangsungnya TdF hingga 2019 ada dana sebesar Rp 16 triliun dikucurkan Pemerintah Pusat dan pihak swasta untuk membangun infrastruktur dan prasasana oendukung lainnya. Dari Pemerinta sebesar Rp 8 triliun dan investasi Swasta sebesar Rp 8 triliun. Kita sedikit membuang uang tetapi mendatangkan dana yang besar hingga Rp 16 triliun,” ujarnya.(mas)

Comment

Berita Terbaru