oleh

Jagoan Demokrat Gugur di Surabaya, SBY Protes Via Twitter

Jakarta, CNN Indonesia — Mendapat laporan jagoannya digugurkan dalam pemilihan Wali Kota Surabaya, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono berceloteh di jejaring sosial Twitter. Lewat akun @SBYudhoyono, mantan Presiden SBY mengatakan tak seharusnya pasangan yang dijagokan partainya digugurkan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah Surabaya.

“PD dan PAN Surabaya akan gugat putusan KPUD tersebut ke Panwaslu, sesuai dengan hak yang diatur dalam Undang-Undang Pemilihan Umum Kepala Daerah,” tutur SBY dalam twitnya, yang dikirim pada Minggu (30/8) malam.

Menurut SBY, calon tunggal dalam pemilihan kepala daerah harus dicegah. Kalau ada kekurangan persyaratan seharusnya bisa diperbaiki.

SBY menyebutkan adanya isu soal pihak yang bermaksud pilkada di Surabaya ditunda. Dia meminta hal itu diinvestigasi. “Kalau memang ada yang ingin menunda pilkada Surabaya, siapa oknum-oknum itu gerangan?” katanya.

Lebih lanjut SBY mengatakan Sekretaris Jenderal Partai Demokrat dan Sekjen PAN akan berkonsultasi dengan Komisi Pemilihan Umum serta Badan Pengawasan Pemilu pada Senin (31/8).

Demokrat dan PAN bersama-sama mengusung pasangan Rasiyo-Dhimam Abror Djuraid dalam pemilihan Wali Kota Surabaya. Mereka seharusnya bakal berhadapan dengan pasangan incumbent Tri Rismaharini dan Whisnu Sakti Buana.

Namun KPUD Kota Surabaya menyatakan Rasiyo-Dhimam tidak memenuhi syarat mengikuti pemilihan kepala daerah. Mereka tak lolos lantaran disebut ada kejanggalan dalam persyaratan pencalonannya, yakni pada lembar model B1. Dokumen itu disebut tak identik dengan dokumen rekomendasi partai berbentuk hasil pindai pada 11 Agustus lalu.

Tanda tangannya disebut berbeda dengan tanda tangan di lembar hasil perbaikan tanggal 19 Agustus. Perbedaan juga terlihat pada angka tanggal dan nomor meterai pendaftaran.(CNN)

Komentar