Home Hukrim Jadi Saksi Kasus Korupsi, Jaksa Periksa Istri Bupati TTS

Jadi Saksi Kasus Korupsi, Jaksa Periksa Istri Bupati TTS

2286
0
SHARE
SOE, Terasntt.com -- Akhirnya istri Bupati TTS Ny. Rambu Atanau - Mella diperiksa penyidik Kejari SoE, Senin (2/5/2016) sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi Dana makan minum di Bagian Umum Setda TTS. Sebelumnya, Kamis (28/4/2016) direktris Sanggar Suara Perempuan (SSP) SoE ini berhalangan hadir memenuhi penggilan. Rambu Mella tiba dikantor Kejaksaan pukul 09.00 wita dan langsung menuju ruang Kasie Intel Kejaksaan Negeri SoE. Dia diperiksa oleh Jaksa Nelson Tahik,SH. Rambu diperiksa selama 3 jam mulai pukul 09.00 wita hingga pukul 12.00. Menurut Kejari SoE Oscar Douglas Riwu,SH yang dihubungi melalui Kasie Intel Nelson Tahuk,SH mengatakan, Rambu Mella dicerca dengan 25 pertanyaan yang berkaitan dengan dana makan minum tahun anggaran 2013 - 2014 senilai Rp 4 Miliar. "Ada sekitar 25 pertanyaan seputar dana makan minum tahun 2013 - 2014 senilai Rp 4 miliar,"jelas Nelson. Rambu usai pemeriksaan kepada mengatakan, dia dipanggil untuk memberikan keterangan terkait dana makan - minum bupati yang dikelola bagian umum. " Berkaitan dengan dana makan minum yang sekarang sedang ditangani kejaksaan. sebagai warga negara yang taat aturan kalau dipanggil ya... kita datang. Sudah ya..., saya mau ke lapangan dulu karena ada kegiatan,"kata Rambu sambil sambil memasuki mobil pribadinya. Sementara Kepala Biro Keuangan Provinsi NTT Drs. Halilanang Elias usai pemeriksaan mengaku bahwa kehadiran dirinya dikantor kejaksaan bukan untuk diperiksa, tetapi lebih pada koordinasi berkaitan dengan dana pelantikan yang semula Rp 57 juta kemudian berubah menjadi Rp 250 juta. " Saya dan Kabag Keuangan datang belum kasih keterangan, kita masih sebatas koordinasi, karena kami datang belum menyertakan dokumen atau data-data yang diperlukan penyidikan,"jelas Elias. Menurut Elias, setelah pihaknya sudah menyiapkan data dan dokumen yang diminta, barulah penyidik akan menjambangi kantor Biro Keuangan Provinsi NTT untuk melihat dokumen atau data-data yang diperlukan sekligus memberikan keterangan yang dibutuhkan penyidik. "Nanti setelah kita sudah siapkan dokumen dan data-data yang dibutuhkan, penyidik akan ke Kupang untuk dan kita akan memberikan keterangan di Kupang,"tandas Elias sambil berlalu menuju ke mobilnya dan kembali ke Kupang. Semntara Agustinus Mone Sekretaris Dinas PKAD sebelum diperiksa penyidik dalam kasus yang sama kepada Kursor dikantor Kejaksaan Negeri SoE Senin (2/5/2016) berkeyakinan bahwa perubahan angka dari Rp 57 juta ke Rp 250 juta untuk dana konsumsi pelantikan Buppati dan Wakil Bupati TTS terjadi pada pembahasan antara komisi dengan mitra SKPD bersangkutan. Karena pembahasan ditingkat TAPD untuk memasukan pada RAPBD disepakati Rp 57 juta. "Angka Rp 57 juta itu adalah angka yang dibahas ditingkat TAPD dan juga di RAPBD masih Rp 57 juta. RAPBD sesuai alurnya dibawa ke DPRD untuk dibahas ditingkat komisi dan kemudian dilaporkan ke Badan Anggaran untuk dievaluasi ditingkat Provinsi NTT. Sehingga saya sangat yakin perubahan angka itu terjadi pada pembahasan ditingkat komisi bersama mitra. Pada saat evaluasi ditingkat Provinsi lanjut Agustinus Mone, yang hadir adalah TPAD, anggota DPRD TTS dan Biro Keuangan Provinsi. Namun pembahasannya tidak secara rinci. Tapi yang dievaluasi berkaitan dengan pendapatan, belanja dan pembiayai dan kalau ada catatan tentunya dituang dalam Keputusan Gubernur yang dijadikan pedoman untuk dilakukan penyesuaian.(pol)

SOE, Terasntt.com — Akhirnya istri Bupati TTS Ny. Rambu Atanau – Mella diperiksa penyidik Kejari SoE, Senin (2/5/2016)
sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi Dana makan minum di Bagian Umum Setda TTS. Sebelumnya, Kamis (28/4/2016) direktris Sanggar Suara Perempuan (SSP) SoE ini berhalangan hadir memenuhi penggilan.

Rambu Mella tiba dikantor Kejaksaan pukul 09.00 wita dan langsung menuju ruang Kasie Intel Kejaksaan Negeri SoE. Dia diperiksa oleh Jaksa Nelson Tahik,SH.
Rambu diperiksa selama 3 jam mulai pukul 09.00 wita hingga pukul 12.00.

Menurut Kejari SoE Oscar Douglas Riwu,SH yang dihubungi melalui Kasie Intel Nelson Tahuk,SH mengatakan, Rambu Mella dicerca dengan 25 pertanyaan yang berkaitan dengan dana makan minum tahun anggaran 2013 – 2014 senilai Rp 4 Miliar.

“Ada sekitar 25 pertanyaan seputar dana makan minum tahun 2013 – 2014 senilai Rp 4 miliar,”jelas Nelson.

Rambu usai pemeriksaan kepada mengatakan, dia dipanggil untuk memberikan keterangan terkait dana makan – minum bupati yang dikelola bagian umum.

” Berkaitan dengan dana makan minum yang sekarang sedang ditangani kejaksaan. sebagai warga negara yang taat aturan kalau dipanggil ya… kita datang. Sudah ya…, saya mau ke lapangan dulu karena ada kegiatan,”kata Rambu sambil sambil memasuki mobil pribadinya.

Sementara Kepala Biro Keuangan Provinsi NTT Drs. Halilanang Elias usai pemeriksaan mengaku bahwa kehadiran dirinya dikantor kejaksaan bukan untuk diperiksa, tetapi lebih pada koordinasi berkaitan dengan dana pelantikan yang semula Rp 57 juta kemudian berubah menjadi Rp 250 juta.

” Saya dan Kabag Keuangan datang belum kasih keterangan, kita masih sebatas koordinasi, karena kami datang belum menyertakan dokumen atau data-data yang diperlukan penyidikan,”jelas Elias.

Menurut Elias, setelah pihaknya sudah menyiapkan data dan dokumen yang diminta, barulah penyidik akan menjambangi kantor Biro Keuangan Provinsi NTT untuk melihat dokumen atau data-data yang diperlukan sekligus memberikan keterangan yang dibutuhkan penyidik.

“Nanti setelah kita sudah siapkan dokumen dan data-data yang dibutuhkan, penyidik akan ke Kupang untuk dan kita akan memberikan keterangan di Kupang,”tandas Elias sambil berlalu menuju ke mobilnya dan kembali ke Kupang.

Semntara Agustinus Mone Sekretaris Dinas PKAD sebelum diperiksa penyidik dalam kasus yang sama kepada Kursor dikantor Kejaksaan Negeri SoE Senin (2/5/2016) berkeyakinan bahwa perubahan angka dari Rp 57 juta ke Rp 250 juta untuk dana konsumsi pelantikan Buppati dan Wakil Bupati TTS terjadi pada pembahasan antara komisi dengan mitra SKPD bersangkutan. Karena pembahasan ditingkat TAPD untuk memasukan pada RAPBD disepakati Rp 57 juta.

“Angka Rp 57 juta itu adalah angka yang dibahas ditingkat TAPD dan juga di RAPBD masih Rp 57 juta. RAPBD sesuai alurnya dibawa ke DPRD untuk dibahas ditingkat komisi dan kemudian dilaporkan ke Badan Anggaran untuk dievaluasi ditingkat Provinsi NTT. Sehingga saya sangat yakin perubahan angka itu terjadi pada pembahasan ditingkat komisi bersama mitra.
Pada saat evaluasi ditingkat Provinsi lanjut Agustinus Mone, yang hadir adalah TPAD, anggota DPRD TTS dan Biro Keuangan Provinsi. Namun pembahasannya tidak secara rinci. Tapi yang dievaluasi berkaitan dengan pendapatan, belanja dan pembiayai dan kalau ada catatan tentunya dituang dalam Keputusan Gubernur yang dijadikan pedoman untuk dilakukan penyesuaian.(pol)

Berikan Komentar Anda.