Home Hukrim Ingkar Janji Menikah Bisa Dijerat Pasal Penipuan

Ingkar Janji Menikah Bisa Dijerat Pasal Penipuan

215
0
SHARE

Ketua PN Soe, I Putu Yasa, SH

Soe, terasntt.com — Jika seorang pria berjanji menikahi perempuan dan perempuan itu sampai hamil maka laki – laki tersebut bisa dikenai sanksi. Bisa sanksinya secara adat, jika lolos maka itu bisa kenai pasal penipuan.

Demikian kata Ketua PN Soe, I Putu Yasa, SH pada acara launching Catahu di Beta Punk Cafe Soe, Rabu (15/1/2020).

Menanggapi pernyataan ketua PN tersebut salah satu Advokat yang beracara di TTS Agustinus Banamtuan, mengatakan secara perdata kasus IJM bisa diperjuangkan namun berbicara soal pidana bisa saja kasus tersebut kandas saat tahapan pembuktian.

” Saya rasa itu sulit jika seorang laki – laki dan perempuan punya hubungan dan ada janji dari salah satu pihak untuk menikah lalu kemudian ingkar. Beda ketika laki – laki sudah melamar dan disaksikan banyak orang tapi setelah itu menikahi wanita lain mungkin bisa dikenakan pasal penipuan,” ujar Banamtuan.

Dalam catatan Yayasan Sanggar Suara Perempuan (YSSP) medio 2015 – 2019 ada 143 kasus Ingkar Janji Menikah (IJM) di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Laki – laki menghamili perempuan yang menjadi pacarnya tetapi tidak menikahi perempuan tersebut.

Kurun waktu lima tahun terakhir kasus IJM mengalami peningkatan.
Namun sayangnya kasus IJM belum sepenuhnya diatur dalam hukum di Indonesia.

Sementara dalam KUH Perdata pasal 58 disebutkan Janji Menikah tidak bisa dituntut.

Selain belum diatur secara tegas dalam dalam sebuah aturan untuk melindungi kaum perempuan korban IJM juga penyelesaian kasus tersebut melalui jalur non litigasi yang biasanya oleh keluarga besar atau pemerintah desa dengan pemberian sanksi kepada pelaku dalam bentuk denda dan hal ini tidak bisa menjawab rasa keadilan korban.(sys)

Berikan Komentar Anda.