oleh

Ingin Sukses, Harus Berkorban

KUPANG, Terasntt.com — Bekerja dan berdoa adalah jalan menuju kemajuan, karenanya jika seseorang ingin sukses maka haruslah dia bekerja. Tidak cukup hanya itu, harus dibarengi dengan pengorbanan yang tulus dan iklas.
” Ciri orang yang mau maju adalah orang yang iklas berkorban demi kemajuan kemaslahatan umat. Kalau tanpa pengorbanan semuanya tidak terwujud dan tercapai,” kata Imam Masjid Nurul Hidayah Kelapa Lima, Muslimin Ruslin kepada wartawan usai sholat Idul Adha di masjid setempat, Kamis (24/9/2015).
Muslimin Ruslin mengatakan, bahwa makna hidup kita, baik sebagai individu maupun sebagai umat dan bangsa terletak pada kerja keras dan pengorbanan tanpa henti dalam menebar kebajikan bagi kemanusiaan. Karena bekerja, katanya adalah simbol keberdayaan dan kekuatan, sedangkan pengorbanan adalah simbol cinta dan kejujuran.
” Tema kita tentang pengorbanan maka kali ini seluruh panitia penyembelian hewan kurban memakai blankon-kraton sebagai lambang telah disembeli juga hawa napsu, keserakahan dan keegoisan para panitia. Dan yang tersisa tinggal keiklasan dan ketulusan bermasyarakat terutama dengan umat,” katanya.
Ruslin menjelaskan, jumlah hewan kurban di masjid Nurul Hidayah Kelapa Lima terus meningkat dari tahun-tahun sebelumnya, ini pertanda bahwa umat semakin sadar akan makna sebuah pengorbanan.
” Kali ini ada peningkatan hewan kurban, artinya bahwa ada kesadaran umat untuk berkurban. Dengan begitu bisa bangkitkan semangat umat yang belum berkurban, untuk berkurban,” katanya.
Dia, merincikan tahun ini hewan kurban masing – masing sapi sebanyak 24 ekor dan kambing 41 ekor.
” Saya menghimbau kepada umat yang belum berkurban, agar tahun depan bisa berkurban,” katanya.
Terpisah, Imam masjid Baburrahman H. Saudin mengatakan tahun ini di masjid Baburrahman hewan kurban yang disembeli, yakni 9 ekor kambing dan 5 ekor sapi.
Menurut dia, makna dari hewan kurban sendiri adalah perwujudan dan perjuangan dari nabi Ibrahim ketika dia diperintahkan untuk menyembeli anaknya Ismail, namun saat itu di ganti dengan domba. “perwujudannya, kita mewujudkan kembali ajaran nabi Ibrahim, intinya untuk membesarkan nama Allah, kita harus memberikan pengorbanan bukan korbannya, tapi ketaqwaan yang dimaksud oleh Allah SWT,” ujarnya.
Saudin berharap, daging dari hewan kurban ini bisa dibagikan kepada kaum dhuafa baik umat di sekitar masjid maupun warga disekitar.
Sementara, Walikota Kupang, Jonas Salean ketika menyerahkan sapi kurban di Masjid Baburahman Nusa Bunga Kelurahan Kayu Putih, menyampaikan terima kasih kepada seluruh umat muslim yang ada di Kota Kupang, khususnya di Kelurahan Kayu Putih, karena selama tiga tahun memimpin kota ini merasa sangat terbantu dan semua program pemerintah, pelayanan kemasyarakatan berjalanan dengan baik.
” Kerukunan hidup umat beragama terus kita tingkatkan di kota ini dan kita bersyukur selama menjadi walikota kita berjuang untuk pembangunan masjid di Batu Plat dan saat ini sudah rampung,” katanya.
Menurut dia, makna Idul Adha adalah berkurban dan berbagi, yang berkelebihan berbagilah dengan yang kekurangan.
Selain hewan kurban, Salean juga menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp 50 juta kepada masjid setempat.(Eja)

Komentar