Home Humaniora Hipertensi Masuk 10 Penyakit Berbahaya, Warga Kota Diminta Rutin Kontrol

Hipertensi Masuk 10 Penyakit Berbahaya, Warga Kota Diminta Rutin Kontrol

829
0
SHARE
Foto : Rafael L. Pura

KUPANG, Terasntt.com — Penyakit hipertensi (Darah Tinggi) masuk 10 penyakit berbahaya. Untuk itu warga Kota Kupang diminta rutin mengontrol pada pelayanan kesehatan terdekat.

” Penyakit hipertensi ini penyakit yang tidak menular, namun perlu pengontrolan rutin ditempat pelayanan kesehatan, guna megetahui tekanan darah, sehingga bisa diantispasi dengan menjaga pola makan dan olahraga serta istirahat yang cukup,” kata Kepala bidang penanggulangan dan pengamatan penyakit Dinas Kesehatan Kota Kupang, Sri Wahyuningsi kepada wartawan di dinas setempat, Kamis, (20/4/2017)

Pasalnya, lanjut Sry, saat ini, beberapa orang yang masih dalam kategori usia muda sudah memiliki riwayat hipertensi, padahal, secara kasat mata  mereka dalam kondisi sehat-sehat saja. Hal ini terkadang mengagetkan, semisal orang yang kelihatan sehat, namun tiba-tiba saja meninggal.

” Untuk itu warga diminta meluangkan waktu melakukan tes darah sebulan sekali ke Puskesmas terdekat,” ujarnya.

Pengontrolan akan kesehatan sebaiknya rutin dilakukan, menurutnya, Hal tersebut bukanlah perkara sulit, karena masyarakat di Kota Kupang rata- rata sudah memiliki BPJS dan Jamkesda,  sehingga dapat menggunakannya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di tempat pelayanan kesehatan yang ada.

Apalagi, lanjutnya, setiap bulannnya selalu digelar Kegiatan di posyandu. Masyarakat bisa memanfaatkan momen tersebut untuk  mengontrol kesehatannnya.

“Apa lagi setiap bulan ada kegiatan Posyandu manula dan Posyandu PTM ( Penyakit Tidak Menular) selalu dilakukan, untuk itu masyarakat dapat memanfaatkan saran prasarana yang ada. Dan juga di semua kelurahan di kota sudah ada Puskesmas Pembantu, tinggal bagaimana masyarakat dapat memanfaatkan tempat pelayanan kesehatan yang ada untuk mengontrol kesehatan mereka,” katanya.

Sry mengatakan, sesuai laporan tahunan Dinkes melalui hasil pemantauan dikomulatifkan bisa mencapai enam sampai tujuh penderita penyakit hipertensi, sehingga hipertensi ini trennya terus naik.

Untuk itu Dinkes melalui bidang penanggulangan dan pengamatan penyakit bersama beberapa LSM terus memantau penyakit tidak menular melalui Posyandu yang bukan hanya untuk orang manula tapi untuk semua warga.

” Kegiatan yang akan kami lakukan ini hanya untuk mengajak orang  melakukan tensi darah agar sedini mungkin dapat memcegah,” ujarnya.

Menurut Sry,  kebanyakan masyarakat tidak mau mentensi darahnya, karena takutnya akan menambah sakit, pada hal dengan tensi darah, bisa mengetahui tekanan darah, supaya dapat menjaga pola hidup yang lebih sehat.

Ia menghimbau kepada masyarakat, agar selalu melakukan pemeriksaan rutin ke puskesmas atau pustu-pustu terdekat.

“Jangan sakit dulu baru ke Puskesmas, tapi sebaiknya rutin  untuk memantau kesehatan, agar bisa mengetahui secara jelas penyakitnya, degan demikian kita bisa mengantisipasinya lewat pola makan dan pola hidup,” jelasnnya.

Secara prinsip lanjutnya, semua makanan layak  dikonsumsi, namun jangan berlebihan ataupun dikurangi, juga harus banyak olahraga seperti jalan sehat. (raf)

Berikan Komentar Anda.