oleh

Hendrikus Teflaen, Hamili Anak Angkatnya Berusia 14 Tahun

SOE, Terasntt.com — Sungguh malang nasib seorang gadis sebut saja Mawar (14) siswi kelas 5 SD di Desa Bisene, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Dia dihamili bapak angkatnya Hendrikus Teflaen (60) hingga usia kandungan 7 bulan.
Kasus yang menimpa anak dibawa unur ini akhirnya diaduhkan ke ke Sanggar Suara Perempuan (SSP) SoE, Senin (31/8/2015).
Korban didampingi pamanya
Lasarus Baun dan Yos Tuabnani, menurutkan, bahwa kasus tersebut berlangsung sejak dia duduk dibangku kelas IV SD. ketika itu Mawar bersama pelaku berada di kebun miliki pelaku. ” Saat itu kami berdua sendiri dan dia ancam membunuh beta (saya) kalau tidak melayaninya,” ujar Mawar sambil meneteskan air mata.
Sejak itu, lanjut Mawar pelaku yang sudah memiliki cucu ini sering menggaulinya setiap ada kesempatan.
” Setiap ada kesempatan baik di rumah maupun di kebun dia selalu meminta untuk dilayani. Saya takut dibunuh hingga menuruti kemauannya dan akhirnya saya hamil dan berhenti sekolah,” ujarnya.
Menurut, Baun dan Tuabnani kasus tersebut sudah dilaporkan ke Pemerintah Desa, namun pelaku tidak perna memenuhi panggilan sehingga dibawah ke SSP.
“Kami sudah lapor ke pihak desa, tapi dia (Hendrikus Teflaen) tidak pernah datang untuk kita selesaikan. Kami datang kesini (kantor SSP) untuk minta pendampingan kasus ini,” tegasnya.
Direktris SSP, Rambu Atanau – Mella, melalui Koordinator Pengorganisasian dan Advokasi, Jhon Bolla kepada terasntt mengakui adanya pengaduan dari Mawar dan Keluarganya.
“Kita sudah terima pengaduan mereka, dan tentunya kita akan lakukan pendampingan untuk menyelesaikan kasus ini,” kata Bolla.
Dalam proses pendampingan lanjut di, pihak akan melakukan pemulihan terhadap korban yang sedang mengalami trauma. Disamping itu juga, katanya akan mendampingi korban dalam proses hukum lebih lanjut jika dikehendaki korban dan keluarga.
“Kita akan lakukan pemulihan terlebih dahulu, jika psikis korban sudah kembali normal, kita kembalikan ke pihak korban, apakah kita terus mendampingi sampai pada proses hukum atau tidak, itu terserah mereka. Tapi untuk membuat pelaku jerah sebaiknya kita proses hukum saja,” tegas Bolla.(K2)

Komentar