by

Harus Ada Batas Antara Agama dan Negara

KUPANG, Terasntt.com – Agama dan negara adalah dua dimensi yang berbeda namun dalam pelaksanaannya dapat disatukan persepsi, akan tetapi harus memiliki batas dalam koordinasi dan pelaksanaan di lapangan. Kedua dimensi saling bersinergi dalam mewujudkan kebersamaan.
Demikian disampaikan ketua Forum Komunikasi antar umat beragama (FKUB) Kota Kupang, Rio Fanggidae saat membawa materi pada kegiatan optimalisasi peran forum kewaspadaan dini masyarakat (FKDM), tokoh masyarakat, tokoh agama, camat, dan aparatur badan Kesbangpol Kota Kupang guna menyukseskan Pemilu Kepala daerah Kota Kupang tahun 2017, di ruang Sasando lantai lll, Balai Kota, Selasa (17/5/2016).

Menurutnya Agama dan Negara berbeda sebab agama berdasarkan pada ajaran sebuah aspek yang melampaui pikiran manusia, yang terwujud lewat Ilham yang Tuhan berikan serta Kitab suci sedangkan negara adalah sebuah bentuk perjanjian sosial atau perjanjian-perjanjian masyarakat yang menterahkan sebagian haknya lewat bentuk Raja, rakyat dan negara.
” Agama dan Negara itu berbeda, agama kita pahami ajaran Tuhan berupa ilham lewat kitab suci, sedangkan negara kita pahami lewat perjanjian-perjanjian terhadap hak-hak masyarakat kita lihat pada raja, rakyat dan pihak negara itu sendiri,” tegasnya.
Fanggidae menambahkan ada 3 unsur yang kita kenal jika berbicara tentang agama dan negara yaitu negara agama, agama negara dan separatis yaitu negara mengurus negara, agama mengurus agama dan keduanya tidak harus saling mengganggu, serta terpisah tapi terhubung.

Sementara Kaban Kesbangpol Kota Kupang, Erwan Fanggidae mengatakan perlu ada police culture atau polisi adat sebagai pengawasan antara semua nilai yang berlaku di tengah masyarakat sebab pengawasan itu sangat penting tinggal bagaimana kelompok-kelompok sosial masyarakat itu mampu mengendalikan diri untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan ditengah kehidupan bermasyarakat.

” Police culture atau polisi adat sebagai bentuk pengawasan bagi setiap kelompok-kelompok sosial untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan ditingkat masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan kegiatan ini merupakan bentuk pembinaan terhadap kelompok masyarakat dalam mempersiapkan strategi pengamanan pilkada Kota Kupang tahun 2017 nanti. (her)

Comment

Berita Terbaru