Home Humaniora Hari Raya Nyepi, Ujud Intropeksi Diri

Hari Raya Nyepi, Ujud Intropeksi Diri

694
0
SHARE

KUPANG, Terasntt.com — ¬†Jelang perayaan Hari Raya Nyepi, Selasa, (28/3/2017), umat Hindu di Kota Kupang melakukan upacara penyucian diri di Pura Obananta, Kelurahan Fatubesi, kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Senin, (27/3/2017). Penyucian diri juga sebagai wujud intropeksi diri.

Demikian disampaikan Ketua Parasada Hindu Darma Kota Kupang, Nyoman Mahayasa kepada Wartawan di Pura setempat, Senin (27/3/2017).

Nyoman menjelaskan, upacara pembersihan diri tersebut bertujuan menyatuhkan unsur -unsur dalam mencapai keseimbangan hidup.

Boleh jadi, Lanjutnya, selama setahun menjalani kehidupan di dunia ini, ada unsur – unsur negaif. Unsur – unsur tersebut kemudian membuat kehidupan ini tidak seimbang. Sehingga upacara ini rutin dilakukan menjelang hari raya nyepi guna membentuk kehidupan menjadi netral, agar keharmonisan tetap terjaga diantara umat manusia.

” Dalam kehidupan ini, pasti ada gesekan – gesekan dalam sebuah lingkungan kehidupan, oleh karena itu ritual ini dilakukan untuk mecapai keseimbanga dalam hidup,” ujarnya.

Upacara Pembersihan diri ini, kata Nyoman, juga sebagai bentuk evaluasi dan refleksi diri atas semua perbuatan yang telah dilakukan di bumi ini. Jika ada salah, kekurangan, sekiranya bisa dilengkapi dengan upacara tersebut.

Ia berharap, setelah upacara pembersihan diri tersebut, semua umat bisa masuk dalam sebuah kehidupan yang baru. Jangan terlalu banyak menuntut, namun sekiranya dapat membawa kita untuk memberi dan menolong sesama manusia.

” Kami berharap, setelah upacara penyucian diri ini, bisa membawa kita ke kehidupan yang baru. Hari raya Nyepi ini harus dipahami sebagai kegiatan intropeksi diri, apa yang sudah dilakukan kemarin, bisa dihayati dan direnungkan untuk mengevalusi diri, baik diri kita sendiri, ¬†masyarakat, daerah dan negara. Yang selama ini masih mengalami kekurangan sekiranya dapat diperbaiki agar kedepan lebih baik. Hidup jangan terlalu banyak menuntut, namun harus memberikan sesuatu kepada sesama.

Lebih jauh, Nyoman megatakan bahwa makna dari kesemuaan ini adalah kerukunan antar umat beragama.

Menurutnya, di NTT, kerununan antar umat beragama sudah dijalankan dengan baik dan terus dijaga.

” Untuk itu dengan tema besar Kebhinekaan yang diangkat dalam perayaan Nyepi kali ini, dapat membawa angin perdamaian untuk kita semua,” harapnya.(raf)

Berikan Komentar Anda.