oleh

Hari Pertama New Normal, 8 Pelaku Perjalanan ke Lembata Positif Rapid Test

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur saat pembagian BLT tahap III untuk kecamatan Atadei di Desa Katakeja, Rabu (17/6/2020).

Lewoleba, teras-ntt.Com — Hari pertama diberlakukannya new normal sebanyak 8 dari 77 orang pelaku perjalanan masuk Kabupaten Lembata reaktif positif rapid test.

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur yang juga ketua gugus tugas  penanganan COVID-19 di Kabupaten Lembata mengungkapkan sebanyak 8 dari 77 orang pelaku perjalanan dinyatakan reaktif positif dari hasil pemeriksaan rapid test. Ke 8 orang tersebut menjalani karantina mandiri di desa atau kelurahan masing-masing dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Hal ini disampaikan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur saat pembagian BLT tahap III untuk kecamatan Atadei di Desa Katakeja, Rabu (17/6/2020).

Menurut Sunur, dengan dierlakukannya New Normal maka perlu ada batasan – batasan. ” Bagi siapa saja yang masuk Lembata kita tetap melakukan rapid test untuk mendeteksi dini bagi pelaku perjalanan untuk mengingatkan kepada keluarga dan masyarakat agar mereka tahu dan lebih berhati – hati.

Sunur juga meminta masyarakat agar taat pada protokol kesehatan dan dapat menahan diri untuk tidak melakukan perjalanan pulang ke Lembata.

Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur saat pembagian BLT tahap III untuk kecamatan Atadei di Desa Katakeja, Rabu (17/6/2020).

Ia juga mengatakan pemerintah daerah menggratiskan rapid test bagi pelaku perjalaan ke Lembata yang ber KTP Lembata dan berdomisili di Kabupaten Lembata.

“ Kita gratiskan rapid test bagi pelaku perjalanan yang ber KTP Lembata dan bagi yang berdomisili di Lembata, warga ber KTP Lembata yang melakukan perjalanan di wilayah NTT itu pasti masih berdomisili di Lembata, kalau dia ber KTP Lembata dan selama ini bekerja di luar paling tidak bisa berkontribusi kepada daerah,” katanya. 

” Kalau dia itu mahasiswa Lembata yang berada di wilayah NTT maka kita gratiskan, kecuali dia mahasiswa dari luar NTT harus sesuai dengan protokol dari tempat asalnya,” lanjut Sunur.(van)

Komentar

Berita Terbaru