Home Humaniora Hari Pahlawan ke 71 Sarat Makna

Hari Pahlawan ke 71 Sarat Makna

856
0
SHARE
Foto : Istimewa

KUPANG, Terasntt.com — ” Mari menjaga kehikmatan upacara, diusahakan agar jangan sama seperti rutinitas tahun – tahun sebelumnya. Diupayakan lebih baik dan mestinya memberikan makna. Saya minta agar pesan -pesan yang bermakna dapat dikreasikan panitia dalam bentuk pin, kertas, gambar – gambar pahlawan. Hal ini diharapkan dapat memberi kesan yang positif bagi para peserta apel khususnya dan masyarakat pada umumnya dalam mengenang perjuangan para pahlawan,” kata Asisten I Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur Yohana Lisapaly, ketika memimpin rapat panitia penyelenggara Hari Pahlawan ke -71 tanggal 10 November 2016 Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur di Aula Kantor Gubernur NTT, Jumad ( 20/10/2016).

Kegiatan ini diselenggarakan Dinas Sosial Provinsi NTT dan Biro Kesra Setda Provinsi NTT.

“ Kita mesti yakin dan optimis dalam penyelenggaraan Hari Pahlawan ke-71 dapat berjalan dengan baik. Kegiatan ini melibatkan banyak pihak bukan hanya panitia tetapi instansi vertikal. Saya berharap agar semua pihak dapat berpartisipasi secara aktif dalam mempersiapkan segala hal untuk menyambut Hari Pahlawan Indonesia,” katanya.

Pada kesempatan yang sama,
Kepala Dinas Sosial Provinsi NTT Wilem Foni mengatakan, bahwa hari pahlawan merupakan Peristiwa sejarah perang antar tentara Indonesia dengan Belanda yang terjadi pada tanggal 10 November 1945 di Kota surabaya.

Perang ini merupakan konflik bersenjata terbesar setelah Proklamasi Kemeredekaan 17 Agustus 1945 dan menjadi Sejarah Nasional Indonesia.

Oleh karena itu, lanjutnya pada upacara Hari Pahlawan nanti, diharapkan agar ada makna yang dibawa pulang.

Ia menyanggupi pendapat dari Sudirman, perwakilan Danlantamal VII Kupang yang meminta agar dapat memperkenalkan lebih jauh sosok Sonbai dengan cara mensosialisasikan kepada masyarakat Kota Kupang.

Meskipun Sonbai tidak termasuk dalam Pahlawan Nasional akan tetapi Wilem berjanji akan mengusahakan pengajuan kepada pemerintah pusat agar masuk dalam daftar Pahlawan Nasional.

Meneladani sebuah pepatah “Bangsa Yang Besar Adalah Bangsa Yang Menghargai Jasa Pahlawannya,” ujar Foni.

Seminar ini dihadiri pula Forkompimda Provinsi NTT, Pimpinan SKPD, Anggota Panitia, para Pegawai Lingkup Setda Provinsi NTT, dan beberapa insan pers.(*/mas)

Berikan Komentar Anda.