Home Olahraga Hari ini, Gubernur Buka O2S di Kupang

Hari ini, Gubernur Buka O2S di Kupang

855
0
SHARE

KUPANG, Terasntt.com — Sesuai rencana pagi ini, Selasa (7/6/2016) Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya membuka Olimpiade Olahraga Siswa (O2S) di Aula Komodo, Dinas Pendidikan dan Kebudyaan (PK) Propinsi NTT.

Kegiatan O2S tersebut, dipadukan dengan Festival Seni Siswa (FLS2), ketrampilan dan gebyar pendidikan layanan khusus serta pemilihan kepala sekolah/guru sekolah luar biasa (SLB) berdedikasi dan berprestasi pendidikan dasar dan menengah tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2016.

Dan malam hari-nya Gubernur, membuka rapat koordinasi (rakor) para kepala sekolah SD, SMP, SMA, SMK menjelang implementasi UU 23 Thn 2014, tentang pelimpahan SMA, SMK dan pendidikan khusus di Hotel Neo Aston, Penfui, Kupang.

“ Olimpiade dan gebyar PKPLK yang telah dimulai sejak 6 hingga 10 Juni 2016, pagi ini, dibuka Gubernur NTT, Frans Lebu Raya. Ini momentum yang setiap tahun Bapak Gubernur hadir untuk berkomunikasi dan memberikan semangat kepada anak-anak penyandang cacat. Sehingga para difabel ini merasa bermanfaat bagi orang lain. Mereka terlahir cacat dan negara hadir untuk memberikan kepastian dan kesamaan derajad didalam masyarakat. gebyar PKPLK sangat mengapresiasi apasaja hasil yang dikerjakan oleh anak-anak yang berkebutuhan khusus (cacat) dengan memamerkan hasil karya mereka,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Drs. Sinun Petrus manuk di ruang kerjanya, Senin (6/6/2016).

Menurutnya sebanyak 350 siswa/i dari 18 kabupaten yang memiliki sekolah luar biasa (SLB) akan menguji kemampuan melalui festival dan lomba seni siswa.Lomba ketrampilan siswa/i SLBakan diikuti oleh, SD Luar Biasa (SDLB), SMP Luar Biasa (SMPLB) dan Sekolah Madrasyah Luar Biasa (SMLB) serta sekolah penyelenggara program inklusif (SD, SMP dan SMA) se-provinsi NTT. Dibarengi dengan pemilihanKepala Sekolah/Guru Berdedikasi, yaitu guru-guru ASN dan non-ASN yang mengajar di SLB.

Menurut Manuk, Tujuan yang diharapkan, memberikan kesempatan kepada peserta didik pendidikan khusus dan layanan khusus untuk mengembangkan potensi, meningkatkan kemampuan dan kompetensi peserta didik dan pendidik berkebutuhan khusus yang dapat dilihat dari penampilan berlomba, meningkatkan profesionalisme mengelola sentra pendidikan khusus dan layanan khusus dalam mengembangkan kreativitas bakat dan minat siswa. Juga dalam O2S itu digelar pameran dan hasil unggulan sekolah dan pentas siswa berkebutuhan khusus.

Adapun kegiatan festival dan lomba, antara lain,menyanyi solo SDLB putra dan puteri, melukis SMPLB, baca puisi SMPLB, cipta dan baca puisi SMPLB, desain grafis SMPLB, melukis SMALB, menari SMALB, desain grafis SMALB, Musabaqah Tilawah Al-Qur’an SMPLB dan SMALB. Untuik olimpiade olahraga meliputi lomba lari 80 meter perseorangan puteri SDLB, bulutangkis perseorangan putera SDLB, bocce perorangan puteri SDLB, lari 100 meter perseorangan puteri SMPLB, balap kursi roda 100 meter perseorangan putera SMALB. Dan lomba ketrampilan, yaitu tata boga, merangkai bunga, membatik, menjahit, kecantikan dan. IT (membuat website).

Sedangkan lomba guru pendidikan khusus dan layanan khusus PKLK, meliputi lomba guru PKLK berprestasi Dikdas, lomba guru PKLK kreativitas pembelajaran Dikmen, lomba kepala sekolah PKLK berprestasi Dikmen dan lomaba penampilan stand serta lomba unjukkaraya produk unggulan melibatkan 22 peserta dari 22 kabupaten dan kota. Untuk lomba literasi, yaitu lomba baca, mengikuti ketentuan umum dan khusus yang disesuaikan dengan panduan lomba.

Terkait rakor para kepala sekolah, kata Petrus Manuk, diselenggarakan menjelang implementasi efektif Undang-Undang (UU) 23 Tahun 2015 tentang pelimpahan SMA, SMK dan pendidikan khusus kepada provinsi. Rakor ini merupakan lanjutan dari rakor tahap I yang mengikutsertakan para kepala sekolah SMA dan SMK sedaratan Timor, Alor Rota dan Sabu di Kupang belum lama ini. Sehingga pada rakor tahap II malam nanti mengikutsertakan sebanyak 550 orang kepala sekolah SMA dan SMK sedataratan Flores dan Lembata.

“Saya ingin kepala sekolah sebagai garda paling depan dan menjadi ujung tombak bidang pendidikan dan kebudayaan, mendapat arahan terkait pembangunan bidang pendidikan langsung dari gubernur NTT, Frans Lebu Raya”, ungkap Manuk.

Kepala Seksi Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK), Dinas PK NTT, Yoseph Wello, mengatakan selain O2S, diselenggarakan juga launching pendidikan inklusif oleh Gubernur NTT. Sebab, NTT menjadi provinsi yang telah mendapat pengakuan dari Direktorat PKLK Pusat untuk melaksanakan pendidikan khusus bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) termasuk seluruh kabupaten dan kota.
Selama ini hanya kabupaten Ngada yang melaksanakan pendidikan inklusif. Pendidikan inklusif, Kata Yoseph, artinya mendekatkan pelayanan kepada anak sekolah yang berkebutuhan khusus.

“Jadi selama ini anak-anak belajar di SLB sedangkan daya tampung SLB tidak cukup dan mereka diterima di sekolah formal tergantung kecacatan anak. Ada anak cacat yang sekolah di SLB dan anak acacat sekolah lembaga pelayananan autis,” ujar Yoseph.(*/mas)

Berikan Komentar Anda.