by

Hamil, Dua Siswi SMPN 1 Kupang Tengah Gagal UN

mengikuti Ujian Nasional (UN). Kedua siswi yang berinisial OM dan LO memilih berumah tangga dan mengabikan UN.

Pihak sekolah sudah berulang kali melakukan pendekatan agar keduanya bisa mengikuti UN walau sedang hami, namun mereka menolak.

Demikian penjelasan Kepala Sekolah, Leno E. H. Kleing kepada Bupati Kupang, Ayub Titu Eki ketikan memantau UN di sekolah tersebut, Senin (9/5/2016).

Kleing mengatakan, bahwa jumlah siswa peserta UN sebenarnya 255 orang, namun dua siswa hamil sehingga yang mengikuti UN hanya 253 orang.

Selain itu Kleing juga, menjelaskan ada 4 sekolah yang siswa peserta UN-nya dititipkan di SMPN I Kupang Tengah.

Keempat sekolah tersebut, masing – masing SMP Elpida sebanyak 26 siswa, SMPN 4 Kupang Tengah 48 siswa, SMPK St. Yosef 64 siswa dan SMPN 6 Kupang tengah sebanyak 85 siswa sehingga jumlah siswa peserta UN yang dibawah tanggung jawab SMPN 1 Kupang Tengah sebanyak 476 orang.

Menurutnya, akibat keterbatasan ruangan, keempat sekolah tersebut tetap melaksanakan UN di sekolah masing – masing.
Hal ini juga dilakukan agar tidak menyulitkan peserta titipan baik masalah tempat dan juga jarak tempuh.

” Keempat sekolah titipan ini belum bisa menyelenggarakan UN sendiri karena belum terakreditasi. Sekolah – sekolah tersebut belum mendaftar untuk memperoleh akreditasi yang harus memenuhi delapan standar. Standar kompetensi kelulusan, standar isi yang terkait ketersediaan perangkat pembelajaran, standar proses, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian,” katanya.

Saat itu juga, Titu Eki yang didampingi Plt. Kadis PPO kabupaten Kupang, Kris Patmawan, Kabag Humas dan Protokol, Stefanus Baha dan Kepala RSKK, Martha Para Ede, meminta agar Kepala Sekolah dan para guru tetap menjaga integritas pelakasanaan UN. Dan para siswa terus didorong supaya mengerjakan soal-soal ujian yang ada secara mandiri atas dasar kemampuannya sendiri bukan menyontek dari sumber lain. Para guru juga harus meningkatkan kedisplinan dalam kegiatan belajar mengajar dan harus mampu memberikan contoh-contoh terbaik kepada para siswa baik dari tutur kata maupun perbuatan.(*/mas)

Comment

Berita Terbaru