by

Gudang CV Inrichi, Tampung Kayu Hasil Pembalakan Liar

KEFAMENANU, Terasntt.com — Pengakuan GR seorang tukang sensor kayu Sonokeling (Matanikase) pada kawasan Hutan Lindung Fatufue, Nefomasi Kelurahan Aplasi, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), mengaku kayu hasil pembalakan liar ditampung di gudang milik CV Inrichi. Ini terbukti puluhan kayu dolgen yang ditebang pada Minggu (23/7/2017) langsung diangku oleh pihak perusahaan.

Demikian disampaikan GR kepada Kasi Perencanaan dan Pengelolaan Hutan, Yohanes Olin saat di kawasan hutan bersama tim Dishut TTU melakukan sidak ke gudang penampungan kayu, juga memeriksa beberapa lokasi kawasan hutan lindung yang dirusak.

Seperti biasa, aksi pembalakan liar masih terus terjadi di dalam kawasan hutan lindung. Pada Senin (24/7/2017) pihak Dishut TTU mendapat laporan, bahwa masih terjadi aktifitas pembalakan liar di wilayah hutan Nefomasi. Saat petugas mendatangi hutan Sonokeling menemukan GR seorang tukang sensor dan mengaku sedang mengecek kayu miliknya.

Ia menceriterakan, bahwa puluhan kayu dolgen yang ditebang pada Minggu (23/7/2017) sudah diambil CV Inrichi. Sementara lainnya masih di sensor.

Untuk itu pada, Selasa (25/7/2017) pihak Dishut TTU langsung mengamankan belasan dolgen lain yang masih terbuang di dalam kawasan hutan Nefomasi.

Setelah kayu itu diamankan, pihak Dishut dipimpin langsung, Yohanis Olin melakukan sidak ke gudang CV Inrichi dan menemukan 30 batang kayu dolgen, juga ada pengakuan Gusti Raja alias Guti. Namun upaya klarifikasi Yohanis Olin dan lima petugas lainnya tidak mendapat jawaban pasti dari salah seorang PNS pada Dishut, Set Tatengkeng yang kedapatan berada di dalam gudang penampungan.

Menurut Set, dirinya tidak mengetahui soal asal usul kayu yang ditampung.

” Kami mendapat informasi warga bahwa masih ada aktifitas penebangan liar di kawasan hutan Nefomasi, saat mendatangi lokasi kami bertemu dengan Gusti dan kami diinfokan bahwa sebanyak 30 dolgen sudah dimasukan ke gudang CV Inrichi. Ketika kami melakukan sidak di di gudang penampungan CV Inrichi, kami hanya menemui Set Tatengkeng dan Set mengatakan tidak mengetahui asal usul kayu, sebaliknya Paskalis Usboko alias Charles sebagai Direktur lebih mengetahui soal itu,” tegas Olin kepada wartawan.

Sementara kepada wartawan Set mengaku tidak mengetahui asal usul kayu.

” Saya PNS di Dinas Kehutanan juga yang pernah ikut kerja mencari kayu Sonokeling, tetapi sudah berhenti lama mengingat status PNS saya. kalau menyangkut asal usul kayu, saya tidak tahu menahu. Pak Charles Usboko sebagai Direktur yang lebih tahu. Soalnya sejak ijin edar terbit, pak Charles yang mengambil alih pekerjaan itu,” tegasnya.

Namun ketika ditanya, terkait jumlah kayu yang diperoleh dari masyarakat dan wilayah penebangan di desa – desa, Set mengakui bahwa tidak semuanya murni milik masyarakat.

” Yah, kami ada catatan menyangkut kepemilikan kayu. Tapi tidak semua kami ambil dari pekarangan masyarakat. Jujur saja, bahwa dalam gudang penampungan ini 75% kayu yang kami peroleh berasal dari kawasan hutan lindung dan 25% dari masyarakat. Tapi saya sudah tidak urus lagi soal kayu Sonokeling ini. Semua sudah diambil alih pak Charles Usboko,” tegas Tatengkeng.

Sementara Direktur CV Inrichi, Paskalis Usboko alias Charles langsung menghubungi wartawan media ini via telepon selular, Selasa (25/7/2017).

Dalam percakapannya, Usboko menolak pemberitaan yang menyebutkan dirinya telah mencuri kayu dari dalam kawasan hutan lindung.

” Saya, Charles Usboko. Saya mau bertanya, apakah sekarang wartawan punya hak menangkap pencuri ? Dan saya tidak pernah mengambil kayu dari dalam kawasan hutan lindung,” tandasnya.

Bantahan Usboko terjawab saat wartawan media ini berada di dalam kawasan hutan Nefomasi Selasa (25/7/2017), bahwa penebangan pohon Sonokeling di dalam kawasan hutan Nefomasi ternyata ditampung di gudang CV Inrichi sesuai pengakuan Guti kepada pihak Dishut. Diperkuat dengan adanya puluhan kayu baru, bentuk dolgen yang ditemui wartawan media ini dalam gudang yang sama.(dit)

Baca juga https://www.teras-ntt.com/lagi-kasus-ilegal-loging-dishut-ttu-sita-puluhan-dolgen-sonokeling/

Comment

Berita Terbaru