Home Nasional Gubernur : Orang NTT Harus Bertanggungjawab dalam Mengawal Pancasila

Gubernur : Orang NTT Harus Bertanggungjawab dalam Mengawal Pancasila

870
0
SHARE
Foto : Istimewa

KUPANG, Terasntt.com —
Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs. Frans Lebu Raya, mengatakan Pancasila lahir dari pemikiran Sang Proklamator Bung Karno, di sebuah rumah kecil di Ende Flores. Di tempat inilah, dibawah pohon sukun, Bung Karno duduk saat petang hari, merancang, membaca buku dan menulis sambil berpikir dan mencari jalan kearah Indonesia merdeka dari penjajahan, merdeka dari keterbelakangan dan melalui situs bersejarah itu lahir bangsa Indonesia yang merdeka.

” Untuk itu, segenap orang NTT paling bertanggungjawab dalam mengawal Pancasila, karena Pancasila lahir di NTT,” ungkap Gubernur NTT, Frans Lebu Raya selaku Inspektur Upacara (Irup) pada peringatan hari lahirnya Pancasila, 1 Juni 1945, di Alun-alun rumah jabatan Gubernur NTT, Rabu (1/6/2016).

Ia menjelaskan, secara gamblang tentang proses lahirnya ideologi bangsa Indonesia, yaitu Pancasila. Peringatan lahirnya Pancasila menunjukan eksistensi dan ketangguhan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang ber-Tuhan, bangsa yang beradab, bangsa yang tetap bersatu, bangsa yang demokratis dan bangsa yang menjunjung tinggi keadilan.

Lebu Raya mengatakan, apabila mendengar kata Pancasila, tentu hal pertama dalam ingatan setiap orang pasti tertuju pada Bung Karno. Juga yang ada dalam pikiran setiap orang tertuju pada sebuah tempat yang bernama “Ende” di pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.
Ende, menjadi sebuah tempat yang sangat penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia dan menjadi tempat dimana Bung Karno diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda sejak tahun 1934 sampai 1938.

“ Saya berupaya dan mentradisikan dalam beberapa tahun belakangan karena bagi saya hal ini sangat penting menyangkut ideologi bangsa Indonesia. Pancasila lahir dari pemikiran Sang Proklamator Bung Karno, tepatnya di sebuah rumah kecil dan tumbuh sebatang pohon sukun. Di tempat inilah Bung Karno duduk saat petang hari, merancang, membaca buku dan menulis sambil berpikir dan mencari jalan kearah Indonesia merdeka dari penjajahan, merdeka dari keterbelakangan dan melalui situs bersejarah itu lahir bangsa Indonesia yang merdeka. Untuk itu, segenap orang NTT paling bertanggungjawab dalam mengawal Pancasila, karena Pancasila lahir di NTT,” ungkap Lebu Raya.

Ende, di Flores NTT, lanjut Lebu Raya, Bung Karno, merumuskan Pancasila dan 1 Juni 1945 ditetapkan sebagai hari lahirnya Pancasila merupakan suatu keharusan yang hadir dari perkembangan sejarah bangsa.

Sejak awal 1920-an sangat dirasakan bangsa Indonesia tertindas oleh bangsa lain, terbelakang dalam bidang pendidikan dan terpecah-pecah secara sosial, ekonomi maupun politik.

Kemudian, tutur Gubernur Lebu Raya, pada tahun 1908, pemuda Indonesia melahirkan gerakan pendidikan bangsa sekaligus melahirkan rasa kebangsaan yang diwujudkan dalam bentuk Sumpah Pemuda 1928 muncul generasi baru yang berikrar membangun persatuan Indonesia.

Semua tekad itu yang memicu perubahan menuju Indonesia merdeka pada 1945 dan tibalah para pejuang dan pemuda bangsa Indonesia telah merubah sejarah bangsa.

Hari lahirnya Pancasila diperingati, didalamnya mengkristal berbagai nilai dasar sosial masyarakat Indonesia. Kristalisasi nilai leluhur ini terpilah atas lima sendi dasar, yaitu pertama, bangsa Indonesia melegitimasi identitas diri sebagai bangsa yang ber-Tuhan. Adanya eksistensi berbagai agama dan dibangunannya berbagai simbol keagamaan yang mencerminkan adanya toleransi dan kerukunan antar umat beragama; kedua, melalui Pancasila, bangsa Indonesia mengikrarkan diri sebagai orang-orang yang beradab, mempunyai hati nurani dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan; ketiga, melalui Pancasila, berbagai komoditas masyarakat adat yang ada di nusantara, bersepakat untuk bersatu sebagai bangsa Indonesia yang utuh; keempat, melalui Pancasila, rakyat Indonesia menjunjung tinggi demokrasi, musyawarah untuk mufakat serta perwakilan yang didaulatkan pada sekelompok orang yang berhikmat dan kelima, melalui Pancasila ,kita bertekad memperjuangkan nilai keadilan dalam berbagai aspek kehidupan seluruh rakyat Indonesia.

Turut menhadiri pada upacara peringatan hari lahirnya Pancasila tingkat provinsi NTT, tahun 2016, antara lain, Wakil Ketua DPRD NTT, Gabriel Beri Bina, Danrem 161 WS, Brigjen TNI, Hery Wiranto, Dan Lantamal VII, Brigjen TNI (Marinir), Siswoyo Hari Santoso, Kapolda NTT, Brigjen Pol. Eustachius Widyo Sunaryo, Dan Lanud El Tari Kupang, Kol. (Pnb) Jorry S. Koloay, Pimpinan SKPD lingkup pemprov NTT, unsur TNI/POLRI, Mahasiswa dan PNS.(*/mas)

Berikan Komentar Anda.