by

Gubernur Minta Bupati Flotim dan Lembata Rangkul Kembali Semua Kekuatan

KUPANG, Terasntt.com — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya meminta Bupati dan Wakil Bupati Flotim dan Lembata yang baru dilantik agar kembali merangkul semua kekuatan di daerahnya. Kekuatan itu bisa menyatukan semua elemen masyarakat untuk mempercepat pembangunan.

” Bupati dan Wakil Bupati terpilih harus merangkul kembali seluruh kekuatan, menyatupadukan dan mengerahkan untuk mempercepat pembangunan baik di Flores Timur maupun Lembata,” kata Lebu Raya ketika melantik kedua kepala daerah di Kupang, Senin (22/5/2017).

Kedua kepala daerah yang dilantik untuk masa jabatan 2017 – 2022 itu masing, Antonius Gege Hajon – Agustinus Payong Boli sebagai Bupati dan Wakil Bupati Flores Timur serta Eliaser Yentji Sunur – Thomas Ola Langoday, Bupati dan Wakil Bupati Lembata.

Di hadapan kedua pasangan calon, keluarga, Pimpinan DPRD NTT bersama anggota, Pimpinan DPRD Flotim dan Lembata bersama, para undangan, juga perwakilan Menteri Dalam Negeri anggota KPU dan Bawaslu serta masyarakat, Lebu Raya mengatakan, kedua pasangan kepala daerah itu telah dipilih oleh sebagian besar masyarakat di daerahnya masing – masing.

Menurutnya, meski disadari bahwa tugas pemimpin terpilih bukan hanya untuk basis pemilih ataupun tim suksesnya, melainkan menjadi pemimpin untuk seluruh rakyat di kedua daerah itu.

” Kemarin kita pasti ada yang berbeda pilihan (dalam pilkada) tapi itu hal yang wajar dalam berdemokrasi sebagai sistem yang kita pilih di republik ini. Dan yang berbeda itu harus dirangkul kembali untuk membangun masing – masing daerah,” katanya.

Menurutnya, percepatan pembangunan di daerah tergantung pada kekompokan semua elemen baik pemerintah maupun masyarakatnya.

Ia meminta agar kepala daerah tersebut bisa menggerakkan berbagai elemen masyarakat di daerahnya untuk lebih kompak membangun soliditas sehingga pembangunan lebih cepat dan rakyat pun lebih cepat sejahtera.

” Kita sebagai pemimpin dituntut untuk kerja, kerja, dan kerja, untuk rakyat seperti yang terus diseruhkan Bapak Presiden Jokowi, dan juga semangat yang terus saya gaungkan bahwa harus kerja keras, kerja cerdas, dan kerja tuntas,” ujarnya.

Dalam hal kerja, katanya, seluruh komponen di daerah harus diajak bersama-sama secara harmonis sehingga program dan kebijakan prioritas pembangunan yang dicanangkan bisa berjalan dengan lancar.

Ia mengakui, meskipun sebagai pemimpin memang selalu mendapat sorotan dan tidak hanya menerima pujian-pujian, namun berbagai kritik dan sorotan itu meski menjadi
” cambuk” untuk membangun koordinasi dan komunikasi dengan berbagai pihak untuk membangun daerah.

” Jangan anggap mereka (pihak yang menyoroti atau mengkritik) sebagai musuh. Tidak ada musuh, kita semua bersaudara, hanya berbeda pilihan,” katanya. (raf)

Comment

Berita Terbaru