Home Hukrim Golkar NTT Berduka, Firmus Wangge Tutup Usia

Golkar NTT Berduka, Firmus Wangge Tutup Usia

661
0
SHARE

Firmus Wangge (foto istw)

Kupang,teras-ntt.com — Sesepuh dan politisi senior Partai Golkar NTT, Firmus Wangge, meninggal dunia di Rumah Sakit Siloam, Kamis (6/2/2020), sekitar pukul 17.30 wita. Mantan Bendahara Partai Golkar era Hendrik Ferndez (alm) ini, tutup usia karena komplikasi penyakit yang diderita.

“ Bapa meninggal di usia 77 tahun tadi sore sekitar pukul 17.30 Wita, di Rumah Sakit Siloam,” kata salah seorang kerabat almarhum Firmus Wangge yang tidak mau namanya ditulis ketika dihubungi wartawan, Kamis (6/2/2020) malam.

Wakil Ketua DPD Partai Golkar NTT, Frans Sarong, yang saat itu berada di rumah duka mengatakan, Firmus Wangge adalah salah satu tokoh Golkar yang cukup fenomenal pada zamannya.

Dikutip dari Buku “Jejak Karya Golkar NTT”, Firmus Wangge kepada tim penulis buku di kediamannya, 28 November 2029, mengatakan, politik butuh biaya, karena itu partai harus akrab dengan pengusaha.

“ Kekuasaan itu ada hubungannya dengan politik dan berpolitik harus ada biaya. Golkar harus bisa mengakomodasi pengusaha-pengusaha yang loyal. Ajak mereka sebagai kader fungsional partai. Jangan jadikan politik ini sebagai arisan. Politik dimana pun harus ada cozt,” kata Firmus Wangge seperti dikutip dari Buku “Jejak Karya Golkar NTT”.

Firmus Wangge juga menegaskan betapa pentingnya relasi partai politik dan pengusaha. “Golkar sebagai organisasi politik harus memiliki relasi dalam berpolitik,” katanya.

Pengusaha di era Orde Baru ini juga menjelaskan, di zamannya, peran pengusaha hanya sebatas supporting dalam membangun sistem politik dan ekonomi. “ Di NTT, sayalah yang dipercayakan untuk bekerjasama dengan pemerintah. Saya pada zamannya Pak El Tari dipercayakan untuk mengelolah usaha cendana dan pada zaman Pak Ben Mboi, saya menjalankan usaha kopi di Manggarai,” kata Firmus.

Sesepuh Golkar tiga zaman, Felix Pulu, juga mengakui kalau Firmus Wangge pada zamannya, adalah satu-satunya pengusaha yang dipercayakan mengelolah berbagai proyek pemerintah. Ia seperti anak tunggal yang diberikan kepercayaan oleh El Tari untuk membangun jembatan, pengaspalan jalan, semen dan BBM di semua kabupaten di NTT.

“ Dia (Firmus) itu kader fungsional Golkar yang loyak kepada partai. Dia dengan crew yang lain pada waktu itu menjadi fund rising (sumber dana untuk membiayai Golkar). “Intinya mereka adalah pentolan daripada tokoh Golkar uang membesarkan Golkar dari balik layar,” kata Fe.lix Pulu, yang juga dikutip dari Buku “Jejak Karya Golkar NTT”. (m45)

Berikan Komentar Anda.