Home Humaniora GMKI Harus Menjadi Pelopor Perdamaian

GMKI Harus Menjadi Pelopor Perdamaian

153
0
SHARE

Foto bersama saat acara Natal bersama GMKI Cabang Kupang, Sabtu 11/1/2020 (foto faris)

Kupang, Terasntt.com — Ketua Gerakan Mahasiswa Indonesia (GMKI) Cabang Kupang Ferdinand Umbu Tay Hambadima menegaskan, bahwa anggota GMKI harus menjadi Pelopor Perdamaian. Terus mempertahankan dan meningkatkan kualitasnya untuk menjadi berkat bagi sesama dengan berbagai cara.

Demikian disampaikan, Umbu Tay pada acara Natal Bersama Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) di Gereja Kuanino, Kota Kupang, NTT, Sabtu (11/01/2020).

” Sebagai kader GMKI, sebagai anak – anak gerakan, kita harus pergunakan waktu dalam kehidupan kita untuk menjadi yang terbaik dan menjadi berkat bagi orang lain,” katanya.

Lanjut Ferdinand, “GMKI Kupang sebagai salah satu organisasi yg memiliki ciri Kekristenan tentunya juga memprogramkan kegiatan – kegiatan Parayaan hari raya Gerejawi, dan Perayaan Natal merupakan salah satu program kerja Badan Pengurus Cabang dalam masa bhakti ini. Guna meningkatkan nilai spiritualitas kader dalam medan layan.”

“Perayaan Natal kali ini, GMKI dibawah terang Tema Pergunakanlah Waktu dan Tetap Berpengharapan (Band Pengkhotbah 3:1-15 dan Efesu 5:16) Menyerukan untuk hidup menjadi sahabat bagi semua orang secara khusus dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ajak Umbu.

“GMKI Harus menjadi pelopor perdamaian dan persahabatan dengan semua Orang. GMKI harus terus mempertahankan dan meningkatkan kualitasnya untuk menjadi berkat bagi sesama dalam berbagai cara,” ujarnya.

Ia menambahkan, bahwa Kader – kader GMKI merupakan kader tangguh yg siap menyalurkan ide dan gagasan untuk kepentingan banyak orang. Pada kesempatan ini juga GMKI harus terus berbenah dan memboboti sistem pengkaderan serta pendistribusian kader ke medan layan. agar apa yg dicita citakan dalam visinya dapat tercapai.

“Kader – kader GMKI Harus mampu berdamai dgn dirinya sendiri agar kapasitas dan kekuatannya yg besar dapat tersalurkan untuk menjadi berkat bagi semua orang,” pungkas Umbu.

Pdt. Leo Tapubesy dalam khotbanya mengawali dengan musikalisasi puisi yang diciptakan dan dibawah oleh Ineke Kaha dan Stephani Mone. Acara dilanjutkan dengan penyalaan lilin yang diiringi solo musik oleh Riko dan solo dance oleh Jesica Bessie.(fs)

Berikan Komentar Anda.