by

Gereja Libatkan Pemuda Lintas Agama Amankan Natal

ADONARA, Terasntt.com — Pengurus Gereja Katolik Maria Pembantu Abadi, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur melibatkan pemuda lintas agama mengamankan perayaan Natal 2016 di wilayah setempat. Ini bukti kerukunan dan keberagaman umat beragama di NTT dijunjung tinggi.

” Masing – masing desa melibatkan tiga orang baik beragama Islam maupun Katolik untuk mengamankan perayaan malam Natal ini,” kata Pastor Paroki Witihama Romo Amatus Witak Pr saat ditemui di sela – sela persiapan malam Natal,  Sabtu (24/12/2016).

Selain itu, kata Witak, untuk mendukung suasana damai pihaknya juga melibatkan remaja masjid dan bekerja sama dengan unsur TNI melalui Babinsa dan aparat kepolisian setempat.

Menurutnya, keterlibatan pemuda – pemuda lintas agama tersebut bukan lebih pada strategi pengamanan Natal, namun hal itu sudah menjadi tradisi dalam setiap hari raya keagamaan umat setempat sejak dulu.

Wita mengakui, kehidupan umat beragama di Kecamatan Witihama yang berasal dari 16 desa itu tetap akur dan penuh persaudaraan.

Hal itu dikarenakan, nilai – nilai budaya yang diwariskan leluhur tentang kerukunan dan hidup bertoleransi tetap terjaga dengan baik dari generasi ke generasi.

Meskipun banyak fenomena intoleransi kerap terjadi di berbagai daerah lain di Indonesia, namun, katanya gejolak tersebut tidak berdampak padak kehidupan umat di daerah setempat.

” Jika ada acara umat muslim maka orang katolik juga ikut ambil peran, demikian juga sebaliknya. Itu terjadi dari dulu hingga sekarang,” tegasnya.

Untuk itu, ia berharap agar pesan damai dalam perayaan Natal kali ini semakin mempererat dan memperkokoh hubungan masyarakat lintas agama dalam berinternteraksi, agar bisa mendukung berbagai upaya pembangunan di daerah itu pada masa mendatang.

” Kita bersyukur karena nilai -nilai budaya yang diwariskan leluhur juga mencerminkan Pancasila ini tetap hidup digenerasi kita dari waktu ke waktu meskipun di tengah tantangan arus globalisasi yang terua menggerua kearifan lokal,” katanya.

Dia juga berharap agar perayaan Natal bisa berjalan dengan aman dan lancar sehingga pesan damai itu tidak hanya dirasakan umat setempat, namun bisa terbawa hingga ke daerah lain karena sejatinya damai merupakan milik setiap umat manusia.

” Damai itu bukan milik agama atau kelompok tertentu tetapi setiap insan manusia merupakan pemilik dari damai itu sendiri sebagai pemberian dari Tuhan,” ujarnya.(raf)

Comment

Berita Terbaru