Home Nasional Genting tapal batas di Naktuka NTT, sampai kapan pemerintah diam?

Genting tapal batas di Naktuka NTT, sampai kapan pemerintah diam?

1168
0
SHARE
TNI Patroli di Perbatasan. ©2016 puspen tni

Merdeka.com – Sejak Timor Timur melepaskan diri dari NKRI menjadi negara Timor Leste, wilayah Naktuka menjadi area demarkasi atau batas pemisah kedua negara yang steril. Namun pada kenyataannya, WN Timor Leste menjadikan wilayah tersebut sebagai permukiman. Saat ini tidak kurang dari 60 kepala keluarga dari Distrik Oecusse mendiami daerah tersebut.

Padahal secara administrasi, Naktuka masuk dalam wilayah NKRI. Hal inilah yang memicu kemarahan warga berbatasan di Kecamatan Amfoang Utara, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Saking marahnya, tokoh adat di sana bahkan menyerukan untuk berperang.

“Para tokoh adat dari Amfoang Utara sudah secara terbuka menyampaikan hasrat tersebut (berperang) secara tertulis, dan dibacakan di depan Bupati Kupang Ayub Titu Eki, jika persoalan di Naktuka tidak segera diselesaikan oleh Jakarta,” kata Kabag Humas dan Protokol Setda Kabupaten Kupang Stefanus Baha kepada Antara di Kupang, Rabu (11/5).

Warga Timor Leste asal Oecusse kini sudah menguasai sekitar 1.690 hektare lahan di Naktuka, Kecamatan Amfoang Utara untuk berkebun dan membangun permukiman.

Reaksi masyarakat Amfoang bukan tanpa alasan. Jika kondisi ini terus dibiarkan oleh pemerintahan pusat, maka tidak menutup kemungkinan wilayah Naktuka jatuh ke tangan Timor Leste.

Selain mendesak pemerintah pusat untuk segera bertindak, para tokoh adat Amfoang Utara juga mengharapkan agar proses penyelesaian tapal batas negara di Naktuka dapat ditempuh lewat pendekatan adat.(cob)

Berikan Komentar Anda.