by

Gedung Kebaktian Jemaat Syalom di Tahbiskan

KUPANG, Terasntt.com —
Penahbisan Gedung Kebaktian Jemaat Syalom Airnona, Kupang berlangsung meriah. Upacara pentahbisan ini ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wakil Gubernur NTT, Benny Litelnoni, Selasa (24/5/2016) petang, yang disaksikan Wakil Walikota Kupang, Herman Man, Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Jusuf Nakmofa, Sesepuh Sinode GMIT, Esthon Foenay, Sekda Kota Kupang, Bernadus Benu dan para Pendeta Majelis Jemaat Syalom dan seluruh Jemaat Syalom Airnona Kupang.

Acara penahbisan itu dirangkai dengan serah terima Ketua Majelis jemaat Syalom melalui pergantian antara waktu periode 2013 – 2017 dari Pdt. Stefanus A. Pandi,S.Th kepada Pdt. Desiana Rondo Efendi,M.Th disaksikan Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Jusuf Nakmofa.

Selain itu, juga digelar acara pisah sambut dari Pdt. Stefanus A. Pandi,S.Th kepada Pdt. Hendrik Abineno,Sm.Th,S.Pdk.M.Pdk. Pdt. Stefanus A. Pandi, selanjutnya mendapat tugas pelayanan yang baru dilingkup jemaat Imanuel Oepura. Sedangkan Pdt. Hendrik Abineno, sebelumnya bertugas di Sinode GMIT Kupang.

Rangkaian acara pentahbisan diawali dengan penyerahan rumah kebaktian kepada Majelis Sinode GMIT untuk ditahbiskan sebagai tempat berbakti kepada Tuhan, penyerahan perlengkapan kebaktian, penyerahan Alkitab, alat-alat baptis dan perjamuan kudus.
Dilanjutkan dengan acara kebaktian yang dipimpin Pdt. Jusuf Nakmofa,M.Th, dengan membawakan firman Tuhan yang diambil dari Kitab Yeremia 7 :1-15. Sedangkan tema yang diusung dalam kebaktian pentahbisan itu, “Yesus Kristus Adalah Tuhan”. Sub tema, “Tetapi Aku dan Seisi RumahKu, Kami akan Beribadah Kepada Tuhan”.

Wakil Gubernur NTT, Benny Litelnoni, memberikan apresiasi kepada Majelis Sinode GMIT dan Majelis Jemaat Syalom yang telah berupaya membangun gedung kebaktian yang megah sebagai tempat beribadah.

Untuk itu, kata Litelnoni, pemerintah provinsi (pemprov) NTT berharap kegiatan pelayanan kepada jemaat dapat berjalan lancar.

“Pemprov NTT menghargai upaya gereja menciptakan suasana kesejukan dan keharmonisan dalam beribadah kepada Tuhan. Sehingga melalui gedung gereja yang megah, dapat digunakan dengan sebaik-baik bagi pelayanan kepada jemaat,” katanya.

Sementara itu, Suara Gembala Majelis Sinode yang disampaikan Sekretaris Sinode GMIT, Pdt. Jusuf Nakmofa, mengatakan rumah gereja adalah sebuah prestise bagi persekutuan jemaat Syalom Airnona. Wujudkan kebersamaan dalam pelayanan untuk berkarya bersama sehingga nama Tuhan, dipuji dan dimuliakan.
Lanjut Pdt. Nakmofa, provisiat yang tulus dalam menghadirkan prestise bagi persekutuan jemaat.

Ketua Panitia Pembangunan Gedung Kebaktian Jemaat Syalom, Airnona, Mes Saba, mengatakan luas bangunan gedung kebaktian, 1.300 meter persegi, tiga lantai dengan kapasitas tampung jemaat sebanyak 1.600 orang. Sedangkan waktu pelaksanaan 6 tahun sejak 24 Mei 2010, menelan biaya sebesar Rp 5 miliar 17 juta. Sumber dana berasal dari dana awal Rp 686522.944, kantong persembahan setiap minggu Rp 1.956.545.425, kas jemaat Rp 1.170.000.000, proposal Rp101.390.000, lewat jemaat Syalom dan jemaat sekitar kota Kupang Rp 848.805.200, jasa Bank Rp 53.877.607 dan konser rohani Rp 93.431300.(*/mas)

Comment

Berita Terbaru