by

Gamas Kembalikan Anak ke Sekolah

SOE, Terasntt.com — Salah satu program unggulan Bupati TTS Ir. Paul V. R Mella,M.Si adalah gerakan gemar anak masuk kembali ke sekolah (Gamas). Program ini sudah diluncurkan Mella sejak bulan Juni 2016 lalu di SD Inpres Sahan, Desa Fatu Lunu, Kecamatan Amanatun Selatan.

Pencanangan Program Gamas merupakan komitmen moral dari semua elemen baik Bupati TTS, Wakil Bupati, Pimpinan dan Anggota DPRD, Forkompimda, Pimpinan SKPD, para camat, lurah dan desa untuk menyadarkan masyarakat, khususnya para orangtua dan anak agar tidak lagi berhenti bersekolah sebelum tamat dan mengantongi ijazah.

Bupati Mella dalam arahannya saat pencanangan Gamas, sebagai gerakan moral yang bersifat segera.
Gamas merupakan salah satu upaya yang ditempuh untuk mempersiapkan generasi penerus bangsa dan daerah yang berkualitas serta memiliki daya saing.

Untuk itu, lanjutnya anak-anak yang putus sekolah diharuskan untuk kembali ke bangku pendidik dan pihak sekolah wajib menerima kembali anak-anak itu agar mereka bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Selain itu Pemerintah Kabupaten TTS juga, akan menetapakan Penanggungjawab atau koordinator Gamas pada setiap kecamatan hingga desa dan kelurahan secara berjenjang, sehingga dapat mengawal dan mengawasi proses pendataan anak-anak putus sekolah untuk selanjutnya didaftarkan kembali agar bisa bersekolah.

Bupati Mella juga sudah menginstruksikan kepada para camat dan kepala desa agar proaktif dan bekerjasama guna mendukung Program Gamas serta berharap adanya peran serta aktif dari semua orangtua dan juga anak-anak yang putus sekolah, karena sesungguhnya orangtua yang anak-anaknya telah putus sekolahlah yang memiliki peran penting dalam memberikan kesadaran sekaligus kesempatan agar anak-anak mereka bisa kembali bersekolah.
Program Gamas merupakan program unggulan yang semestinya berjalan efektif dalam tahun ajaran 2016-2017.

Berdasarkan data yang dhimpun Dinas PPO, lonjakan angka pendidikan selama lima (5) tahun terakhir ini hanya mencapai 1,5 tahun, dibandingkan tahun sebelumnya 6,3 tahun rata-rata anak TTS putus sekolah pada tingkat SMP, padahal Kabupaten TTS sudah menerapkan Program Wajib Belajar 12 tahun.

Lonjakan angka yang signifikan inilah yang mendorong Pemkab TTS mensiasati dengan Program Gamas dengan tujuan agar anak-anak yang putus sekolah baik di tingkat Sekolah Dasar maupun Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama dan Sekolah Menengah Atas bisa kembali bersekolah.

Kepala Dinas PPO Kabupaten TTS Drs. Edison Sipa,M.Si mengatakan sesuai dengan temuan di lapangan bahwa salah satu faktor meningkatnya angka anak-anak putus sekolah disebabkan oleh orangtua yang terkesan adanya pembiaran orangtua terhadap anak untuk tidak melanjutkan sekolah atau putus sekolah, sehingga anak usia sekolah tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, hingga angka anak-anak TTS yang tidak menamatkan SD,SMP SMA dan SMK terus meningkat.

Berdasarkan data yang diperoleh dari PPO untuk tahun ajaran 2013-2014 terdapat 10.612 (sepuluh ribu enam ratus dua belas) anak yang dinyatakan lulus Sekolah Dasar, sementara yang melanjutkan ke pendidikan setingkat SMP hanya 9.661 orang dan 951 anak tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan SMP.

Untuk tingkat SMP, siswa yang dinyatakan lulus (tamat) sebanyak 7.936 anak. Dari 7.936 anak tamatan SMP tersebut hanya 6.146 orang yang melanjutkan ke jenjang pendidikan setingkat SMA/SMK sementara 3.269 anak tidak bisa melanjutkan pendidikan SMA/SMK.

Untuk menyukseskan Program Gamas, Dinas PPO Kabupaten TTS telah membentuk tim penanggulangan anak putus sekolah dan anak yang tamat tapi tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Tim yang dibentuk tersebut terdiri dari tokoh agama, tua adat, Kepala Desa LPM, hingga Hansip dan RT/RW. Tim ini sudah mulai bekerja dengan melakukan pendataan anak putus sekolah dan anak yang sudah tamat tetapi tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Beberapa faktor yang menyebabkan angka putus sekolah meningkat demikian juga angka anak yang tamatan SD maupun SMP tidak melanjutkan pendidikannya adalah jarak antara tempat tinggal anak ke sekolah yang begitu jauh disamping itu tidak adanya kesadaran orangtua untuk kembali menyekolahkan anaknya.

Sehingga oleh Pemkab TTS untuk tahun ini sudah membangun dan membuka 6 unit sekolah Baru untuk SMP dan 4 unit sekolah baru tingkat SMA yang terletak di Toineke, Usapimnasi, Tobu dan 1 unit SMK di Batuputih.

Sementara hasil lulusan Ujian Nasional tahun ajaran 2015-2016, tingkat SMA mencapai 99,97% dan lulusan SMK 100% serta SMTK mencapai 100%, SMA LB dan Paket C tingkat kelulusannya 100%. Semantara untuk tingkat SMP kelulusan mencapai 100%.

Adapun peringkat Sekolah Tertinggi untuk SMP dengan hasil kelulusan Ujian Nasional yaitu peringkat 1 SMP Kristen 1 Amanatun Utara, Peringkat 2 SMP Negeri Tobu, Peringkat 3 SMP Negeri Satap Neobana.(Advetorial/pol)

Comment

Berita Terbaru