oleh

FKUB Terbitkan Buku Hasil Lomba Menulis Cerpen

Perlihatkan Buku Hasil Lomba Menulis Cerpen

Kupang, teras-ntt.com — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyelenggarakan lomba menulis cerpen bagi mahasiswa/ mahasiswi. Lomba menulis dengan tema edukasi nilai Kerukunan Umat Beragama Provinsi NTT dalam kearifan lokal melalui sastra yang ada di kantor FKUB Provinsi di Naikoten ll, Kecamatan Kota Radja, Kota Kupang (24/10/2020). 

Karya lomba dari 15 cerpen terbaik akan dikumpulkan menjadi sebuah buku dengan judul ” Kambing Kutukan ” yang akan diluncurkan secara resmi oleh pihak FKUB NTT. 

Juara lomba menulis cerpen dengan judul ” Rumah Kita ” Ferderikus  Erikson Fatin mengatakan, bahwa salah satu motivasinya menulis novel karena sang ayah suka membaca dan koleksi buku.

” Motivasi saya untuk menulis cerpen salah satunya karena RD. Siprianus S. Senda dan ayah suka membaca berbagai koleksi buku untuk terus mendorong saya menulis hingga dapat menghasilkan karya dan selama saya sekolah di seminari Santo Rafeal menghabiskan waktu untuk membaca dan terus menulis,” katanya.

Ia juga berpesan, bahwa bagi generasi mudah untuk berpikir logis dan mampu mengaplikasi sebuah tulis untuk menghasilkan karya yang menarik,” ungkapnya.

RD. Siprianus S. Senda selaku ketua panitia lomba menulis cerpen dan editor buku berjudul ” Kambing Kutukan ” mengungkapkan, bahwa lomba yang berlangsung sejak tanggal 1-30 Juli 2020 mengumpulkan 71 cerpen yang semuanya diserahkan kepada tim juri untuk memberikan penilaian selama 10 hari dari terhitung dari tanggal 1 – 10  Agustus 2020. 

Dari hasil penilaian ini diperoleh 10 besar sebagai pemenang dan diumumkannya pada tanggal 12 Agustus lalu. Dari ke 10 cerpen ini ditambah dengan 5 cerpen terbaik untuk dijadikan sebuah buku. 

Selain itu juga, lanjut Senda FKUB telah menyelenggarakan lomba pidato kerukunan, lomba mars kerukunan, sementara lomba menulis cerpen baru pertama kali. 

Perlihatkan Buku Hasil Lomba Menulis Cerpen

Menurutnya, digelar lomba menulis cerpen karena mahasiswa sebagai agen pembawa kerukunan dan mampu meluang waktu untuk menghasil karya cerpen bagi kaum muda NTT. 

” Saya rapat bersama dan semua setuju sehingga saya diangkat menjadi ketua panitia penyelenggara lomba. Semua mendukung dan  memberi apresiasi bersama untuk menyukseskannya. Harapan saya kedepannya bagi peserta lomba agar mampu memberi kerukunan melalui sastra cerpen dengan semangat luar biasa,” katanya.(fb).

Komentar

Berita Terbaru