oleh

Fisik Bendung Temef Mencapai 50 Persen

Wagub NTT Josef Nae Soi bersama Bupati TTS Epy Tahun dan Kadis PU sertankepala Balai II NTT menekan membuka pelaksanaan pengelolaan air di Bendung Temef

Soe, teras-ntt.com — Progres pembangunan Bendungan Temef di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) mencapai 50 persen. Kini memasuki pekerjaan pengelakan air untuk memulai pembangunan bendung utama dan pekerjaan pendukung lainnya.

” Pengelakan sungai ini adalah mengalihkan air pada terowongan sehingga aktifitas pekerjaan di sungai mulai dilaksanakan,” kata Kepala Balai II Nusa Tenggara Timur Agus Sosiawan dalam laporannya saat pembukaan pengelakan air oleh Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi di area pembangunan bendung setempat, Jumat (14/8/2020).

Di hadapan Wagub Nae Soi, Bupati TTS, Epy Tahun dan pimpinan OPD baik provinsi maupun kabupaten serta Forkopimda, Agus menyampaikan limpah terima kasih dan penghargaan yang setinggi – tingginya kepada semua pihak yang telah dalam proses pembanguna Bendung Temef.

Menurutnya kebutuhan lahan untuk Bendungan Temef seluas 480,46 hektar dan saat ini tengah diproses Kanwil BPN Nusa Tenggara Timur dan BPN TTS.

Sementar Wakil, Josef Nae Soi
menegaskan, bahwa Presiden Jokowi sangat peduli dengan pembangunan di NTT dan beliau selalu menanyakan soal pembangunan bendung di Nusa Tenggara Timur.

Perhatiannya sangat besar terhadap masyarakat NTT hingga memberikan 7 bendungan di NTT untuk kepentingan masyarakat. ” Ini bentuk perhatian pemerintah pusat kepada masyarakat NTT. Setiap kali bertemu dengan pak gub dan saya sebagai wagub Presider selalu menanyakan bagaimana dengan masalah air di Nusa Tenggara Timur,” tandasnya.

Nae Soi mengatakan, bahwa Bendung Temef memiliki panjang 535 meter, tinggi 53 meter dan menampung air sebanyak 45,78 juta meter kubik.

” Pak bupati kalau seandainya ini bendungan sudah ada dan rakyat kita masih miskin itu berarti kita yang bodoh. Kita pemerintah yang bodoh. Oleh sebab itu saya mengajak semua komponen bangsa, komonen masyarakat yang ada di TTS, begitu air ini ada kita harus bergerak bangun tanam apa saja yang dibutuhkan masyarakat sehingga kita bisa hidup karena Tuhan sudah memberikan kita air hidup dalam kehidupan ini. Jadi saya sedikit keras karena memang musti kita bergerak,” katanya.

Foto bersama Wagub NTT Josef Nae Soi di bendung Temef

Dalam kesempatan itu juga Bupati Epy Tahun menegaskan, bahwa pengerjaan pengelakan air ke terowongan yang ada untuk membangun tubuh bendung.

” Pengelakan ini bukan berarti perintah mengelak membayar hak masyarakat yang ada. Hak masyarakat pasti dibayar uang sudah ada dan setelah proses perhitungan dari BPN akan dibayar. Sementara perhitungan fisik pekerjaannya saat ini mencapai 50 persen,” katanya.(mas)

Komentar

Berita Terbaru