oleh

Felaleo, Belum Maksimal Dimanfaatkan

KUPANG, Terasntt.com — Wisata kuliner “Felaleo” di Kelurahan Pasir panjang, Kota Kupang belum maksimal dimanfaatkan. Sebagian bangunan dan lapak dibiarkan begitu saja tanpa penjual dan di perawatan.
Wisata kuliner tersebut dibangun Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Kupang sejak beberapa tahun lalu.
Kepala Dinas Kalautan DKP Kota Kupang, Thom Ga saat dikonfirmasi Terasntt di Kupang, Kamis (3/9/2015) mengaku, bahwa wisata kuliner ” Felaleo” di Kelurahan Pasir Panjang sudah dimanfaatkan para penjual/pedagang ikan setempat.
Namun diakuinya, pula pemanfaatan pasar tersebut belum maksimal karena masih melakukan penataan.
” Pasar ” Felaleo” sudah dimanfaatkan, tapi memang belum maksimal, karena masi ada penataan,” katanya. Menurut Gah, saat ini masih terus ditata dengan membangun fisot atau fasilitas untuk penjualan hasil pengolahan kelompok IFAD.
Pantauan Terasntt, banyak lapak di wisata kuliner “Felaleo” kosong dan tidak dimanfaatkan. Hanya empat lapak yang digunakan warga setempat untuk menjajahkan ikannya.
Menurut Ajan Labinka, seorang penjual ikan setempat, mengatakan banyak lapak kosong akibat sebagian besar rekannya beralih profesi.
” Ketika dibangun pasar ” Felaleo” tidak ada pembeli dan mereka terus merugi hingga banyak yang beralih profesi menjadi nelayan da buruh bangunan. Disini sekarang sepi sekali, akhirnya kami pedagang ikan terus merugi, dulu sebelum dibangun lapak permanen, kami masih bisa berjualan di pinggir jalan, sekarang tidak diperbolehkan dan akhirnya kami rugi terus, hingga sebagian warga beralih profesi,” tegasnya. Menurut Labinka, sejak 15 tahun mereka berjualan ikan di pesisir pantai pasir panjang itu. Awalnya hanya membuka tenda darurat, tetapi pengunjung banyak dan ikan laku. Namun setelah dibangun secara permanen hampir tidak ada pembeli.
” Kaami menduga ketiadaan pembeli ini akibat tempat jualan berada di bagian dalam dan tertutup, sudah begitu di pintu masuk hanya di tulisan ” pasar Felaleo”, bukan pasar ikan jadi masyarakat tidak tahu itu pasar apa. Untuk itu kami minta pemerintah mengganti tulisan dan mensosialisasikan agar diketahui masyarakat umum,” pintahnya.(Eja)

Komentar