oleh

Eks PM Timor Leste Yakin Jokowi-JK Bisa Tangani Tolikara

Jakarta, CNN Indonesia — Mantan Perdana Menteri dan Presiden Timor Leste Ramos Horta optimistis Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla mampu menangani konflik di Kabupaten Tolikara, Papua dan wilayah konflik lainnya.

Horta menuturkan, pihak luar sebaiknya menunjukan kebijaksanaan dan sensitifitas dalam memahami kesulitan yang dihadapi negara-negara yang sedang berkonflik internal.

“Dalam pandangan saya, Indonesia memiliki keinginan kuat dan visi dalam menangani banyak permasalahan masa lalu, bahkan sukses memecahkan masalah yang lebih besar, yakni Aceh,” ujar Horta di Kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (28/7).

Utusan Khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Guinea Bissau itu pun percaya bahwa situasi politik, sosial, dan tensi yang terjadi di Papua Barat sesungguhnya normal terjadi di negara yang memiliki perbedaan etnis dan kebudayaan begitu besar, serta banyak ketidakseimbangan pembangunan sosial dan ekonomi.

“Itu tidak hanya terjadi di Indonesia. Jika kalian pergi ke India dan Brasil, kalian akan menemukan ketidakseimbangan ini. Jadi saya percaya dengan kepemimpinan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, keduanya bisa memecahkan masalah di Papua Barat,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, terjadi serangan terhadap jemaah yang hendak melaksanakan salat Idul Fitri, Jumat (17/7). Penyerangan membuat jemaah salat Id bubar. Penyerang lantas membakar beberapa bangunan hingga api merembet membakar musala.

Dalam upaya pengamanan, petugas menembak tiga orang pelaku penyerangan yang tidak mengindahkan peringatan petugas. Puluhan saksi telah diperiksa terkait kebakaran dan penembakan.

Suasana di Tolikara saat ini telah kondusif. Rabu (22/7), Pendeta Nayus Wenda (sebelumnya disebut Yunus) dari Gereja Injili di Indonesia dan Ustaz Haji Ali Mukhtar mewakili muslim saling bersalaman dan berpelukan di lapangan Koramil yang menjadi lokasi salat Id saat kerusuhan pecah. Pendeta Nayus meminta maaf karena telah menyakiti hati muslim. Dia dan Ustaz Ali berdoa agar kerusuhan tak terjadi lagi di Tolikara.

Sementara itu dua orang tersangka pemicu kerusuhan sudah ditangkap. Mereka adalah Arianto Kogoya (26) dan Jundi Wanimbo (31). Arianto adalah pegawai Bank Papua di Tolikara, sedangkan Jundi ialah pegawai negeri sipil Bagian Keuangan Pemerintah Daerah. Keduanya, menurut Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, merupakan jemaat GIDI.(CNN)

Komentar