Home Profil Edelweis Nan Lestari Di Puncak Gunung Boleng

Edelweis Nan Lestari Di Puncak Gunung Boleng

1865
0
SHARE

Oleh  : Wartawan Terasntt.com Rafael L Pura

PAGI itu, sekitar pukul 06.00, wita kami tiba di puncak gunung Boleng, setelah melintasi perbukitan yang terjal dari Desa Oringbele Gunung, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur, 5/6/2016.

Matahari begitu cerah dari ufuk timur, kabut berarak mengeilingi seluruh puncak gunung, sedikit menghalangi jarak padang, kami tidak dapat melihat hamparan laut dari ketinggian, yang kami lihat hanyalah barisan pohon oak yang melambai – lambai ditiup angin pagi.

Sejauh mata memandang, barisan pohon Oak dengan daunnya yang rimbun kecoklat -coklatan itu berjejer hingga sejajar dengan kaki i gunung yang.

Kata Doni Bahy, warga Desa Oringbele Gunung, Puncak gunung boleng ini menjadi daya tarik sendiri bagi warga Adonara dan sekitarnya.

Hampir setiap minggu, selalu saja ada masyarakat yang datang, terutama setiap tanggal 17 Agustus, kebanyakan mahasiswa yang pulang berlibur melaksanakan pengibaran bendera di sini.

Ada juga yang datang hanya sekedar berfoto dengan latar semburat matahari pagi kekuningan dengan kondisi alam yang masih asri.
Katanya, kebanyakan para pengunjung bermalam di punggung gunung ini sebelum mencapai puncak, Mereka  bermalam di tepi kali mati, yang juga sebagai pembatas akan keberadaan sebuah situs yang diyakini menjadi pintu masuk menuju puncak.

Situs itu tidak menyerupai pintu, hanya terdapat beberapa batu yang tercecer rapih pada satu titik tanah lapang, di batu itulah, tempat para pengunjung meminta restu untuk masuk, bisa juga disertai harapan.

” Kalau laki – kaki, biasanya membakar rokok, kemudian diletakannya di batu itu. Dan perempuan menaruh siri, pinang dan kapur,” katanya.

Rupanya, ada sisi lain dari hal itu, selain situs dengan daya magisnya dari semburat sinar matahari pagi nan indah, pemandangan perkampungan yang memikat hati, hamoaran lautan yang maha luas, juga ada hal lain yang tak luput dari mata para Pengunjung. Bunga Edelweis namanya, degan kembang putihnya yang mencuat begitu mempesona dibalik rumput liar yang menunduk.

Bunga edelweis ini tumbuh menghadap matahari, merambat memenuhi hampir separuh puncaknya.

Tapi sayang,  keberadaanya puncak yang begitu mempesona ini tidak terakses ke dunia luar

Seyogyanya lanjut, Doni keindahan seperti ini harus diekpos ke luar daerah seperti halnya gunung lain di Indonesia, selain sebagai devisa, juga mengharumkan Ile boleng di mata dunia.

” Sudah saatnya, pemerintah berpikir mengembangkan kawasan ini menjadi hutan lindung,” ujar Doni bersemangat.

Pasalnya, hampir setiap hari, pada saat musim berburuh, pohon-pohon di sana selalu dibakar. Hingga menyebabkan kerusakan hutan. Dan lama kelamaan gunung ini akan menjadi gundul.

” Hutan Gunung ini melindungi setiap kehidupan, banyak hewan di gunung ini, untuk itu, Pemerintah harus melindungi suaka ini dari tangan – tangan yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Berikan Komentar Anda.