Home Politik DPRD Mojokerto Belajar Ramah Anak di Kupang

DPRD Mojokerto Belajar Ramah Anak di Kupang

733
0
SHARE

KUPANG, Terasntt.com — Komisi IV DPRD Mojokerto melakukan studi banding ke Kota kupang, Selasa, (9/5/2017). Kunjungan tersebut untuk mempelajari kebijakan Pemerintah Kota perihal ramah anak.

Rombongan studi banding ini diterima Wakil Ketua Komisi IV, Iwalde Taek, Sekretaris Yuven Tukung dan seluruh anggota komisi IV di Gedung DPRD Kota Kupang bersama Kadis Pemberdayaan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Kupang, dr. Joyce Kansil.

Pada kesempatan itu, Wakil Ketua DPRD Mojokerto, Umar Farhuk mengatakan, Kedatangan mereka dalam rangka mengkaji kebijakan soal ramah anak di Kota Kupang.

Menaggapai hal tersebut, Iwalde Taek menguraikan perjalanan panjang kebijakan serta program yang sudah di terapkan di Kota Kupang.

Menurutnya, dari waktu ke waktu kejahatan terhadap anak kerap terjadi di Kota Kupang. Banyak faktor yang mempengaruhi kasus kejaharan yang salah satunya Kupang sebagai Kota Transit, selain itu, Lanjut Iwalde, Faktor lainnnya berupa Arus Urbanisasi dari hampir semua Kabupaten ke Kota Kupang.

Hal ini, lanjutnya, tentu akan menjadi penyebab dari sekian banyak penyebab kejahatan di Kota Kupang. Untuk itu, DPRD Kota dan Pemerintah setempat bergerak cepat untuk mencegah kejahaan ini.

Sala satu program pencegahan yang tengah dilakukan adalah berusaha mendorong setiap keluraham menjadi Kelurahan ramah anak.

” Pada setiap kelurahan di Kota Kupang, sudah diterapkan kelurahan ramah anak hal ini bertujuan untuk mencegah kejahatan yang timbul,” ujar Iwalde.

Senada juga disampaikan Yuven Tukung, bahwa Anak merupakan aset yang berharga, untuk itu, mereka harus dilindungi. Namun tidak berhenti pada titik itu, Komisi IV selalu Konsisten untuk memperjuangkan hak-hak mereka, seperti hak yang sama dalam mengejar pendidikan.

” Jangan sampai, hak dasar mereka ini dicaplok,” tegas Tukung.

Sementara, dr. Joice Kansil menjelaskan, bahwa pada tahun 2017, Kota Kupang ditunjuk oleh KPP sebagai salah satu pilot proyek pengembangan model kota menuju kota layak anak.

Ia mengatakan, pada tahun 2017-2018, Kota Kupang berbenah sebagai kota pengembangan Model Kota Kupang menuju kota layak anak, diteruskan menjadi pengembangan kota layak anak, pengembangan kecamatan dan kelurahan layak anak.

” Sehingga pada tahun 2027, Kota Kupang benar-benar menjadi Kota yang layak untuk anak,” ujarnya.

Kebijakan Pemkot Kupang

Joice mengatakan, di Kota Kupang, telah diterbitkan beberapa kebijakan menyangkut tumbuh kembang dan perlindungan anak, baik itu dalam bentuk peraturan Daerah (Persa), Perauran Walikota dan Surat Keputusan (SK) Walikota.

Untuk Perda, lanjutnya, telah diterbitkan Perda no 9, tahun 2016 tentang pelayanan Akte kelahiran anak gratis.

Khusus untuk payung hukum KLA, telah diterbitkan SK Walikota, tentang Pembentukan gugusan tugas KLA tingkat Kota Kupang sampai dengan kekurahan.

Adapaun Perda lain, lanjutnya, seperti Perda penanggulangan dan pemberdayaan anak, Perda KiBBLA, Perda PUG, Raernda Kota Layak Anak, serta Rapnperda trafficking. (raf)

Berikan Komentar Anda.