oleh

Dorong Partisipasi Pemilih, KPU Lembata Gelar Diskusi Bersama Jurnalis

-Daerah-22 views

KPU Lembata Gelar Diskusi Bersama Jurnalis

Lewoleba, teras-ntt.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, mengajak Forum Jurnalis Lembata, berdiskusi mencari solusi yang tepat untuk mendorong partisipasi pemilih. Diskusi itu berlangsung di Aula KPU setempat, Selasa (30/6/2020).

Ketua KPU Kabupaten Lembata, Elias Keluli Making, mengatakan  dalam sosialisasi dan pendidikan politik, KPU sudah melakukan berbagai langkah, misalnya KPU Goes to School dan pihaknya berkomitmen mendorong kesadaran demokrasi pemilu bersama kelompok masyarakat dan di mana Forum Jurnalis Lembata menjadi corong organisasi untuk memberikan informasi.

Lanjut Keluli, selain itu sosialisasi dan pendidikan kepada para difabel juga sudah dilaksanakan. Termasuk Partai Politik,

Dia mengakui, bahwa pada pemilu Nasional dan Pemilu Daerah tingkat partisipasi masyarakat cenderung lebih rendah sehingga diharapkan dengan diskusi publik ini dapat mendorong partisipasi masyarakat dan kesadaran mereka terhadap pilkada akan terus tumbuh serta meningkat.

“ Bahwa ada wacana pemisahan pemilu Nasional dan Pemilu Daerah yang memungkinkan kita masuk pemilu 2022, itu masih berupa draft UU. KPU tidak berpegang pada draft rancangan Undang-undang,” ujar Keluli.   

Demikian juga Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPU Lembata Idris Beda mengatakan, bahwa media massa sebagai pilar demokrasi berperan strategis memberikan informasi terkait pemilu dan regulasi terbaru agar dapat diakses secara baik dan benar oleh masyarakat.

“ Kami di KPU menginginkan baik dalam tahapan maupun di luar tahapan, KPU dan wartawan mampu memberikan pendidikan politik kepada dalam berpartisipasi. Berpartisipasi artinya bukan hanya datang ke TPS dan mengikuti mengikuti pemilu tetapi juga soal partisipasi dalam pengertian yang lebih luas,” ungkap Idris Beda.

Senada dengan Idris Beda, Divisi Program dan Data Petrus Payong Pati menambahkan, ada dua persoalan yang kerap terjadi dalam proses daftar pemilih tetap. Dua hal itu adalah ada orang mati yang dibangkitkan dan ada kloning identitas atau pemilih ganda. “Hal ini kerap terjadi karena DP4 yang diberikan dari pemerintah adalah data pemilih yang terbawa sejak pemilih sebelumnya. Dan saat sinkronisasi kerap terjadi itu,” katanya.

” Dan syukur aplikasi di KPU mampu mendeteksi umur dan tahun kelahiran. Jika sudah masuk di Sidali sulit untuk dihapus. Untuk itu, tahun 2020, KPU sudah memiliki aplikasi sinkronisasi data pemilih berkelanjutan. Pemutakhiran dafatr pemilih berkelanjutan sejak Bulan Maret 2020,” ungkap Piter.

KPU Lembata Gelar Diskusi Bersama Jurnalis

Lebih jauh Petrus Payong Pati mengatakan berdasarkan dokumen DPTHP3, untuk Lembata laki laki 37.150, perempuan 45.162 total 82.312 DPT Pilnas. Sejak bulan maret 2020, dilakukan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan didapati DPT sementara berkelanjutan 37.177, perempuan 45.161 jumlah 82.338.

Diskusi tersebut diikuti Komisioner KPU Kabupaten Lembata  Elias Keluli Making (Ketua KPU/Divisi Logistik, Umum, Keuangan, dan Rumah Tangga), Bernabas Hapundima Marak (Divisi Teknis), Petrus Payong Pati (Divisi Program dan Data), Idris Beda (Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM), dan Hermanus Haron Tadon (Divisi Hukum), bersama Sekretaris KPU, Jeremia Elia David Luase. serta Forum Jurnalis Lembata.(van)

Komentar

Berita Terbaru