oleh

DKP Kota Kupang Bantu Kelompok Nelayan Bangun Jaringan Pemasaran

KUPANG, Terasntt.com — Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Kupang dan Coastal Community Development International Fund for Agricultural Development (CCDP-IFAD menggelar temu usaha pengembangan jejaring pemasaran program CCDP-IFAD. Kegiatan dimaksud untuk membantu kelompok nelayan binaan IFAD mengembangkan jaringan pemasaran.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Kupang Thomas Jansen Ga kepada wartawan, di Kupang, Rabu (9/9/2015) mengatakan, kelompok nelayan binaan IFAD banyak mengembangkan aktivitas usaha pengelolaan dan budidaya. Karena itu, lanjutnya melalui kegiatan tersebut, menghadirkan pula para pengusaha untuk memotifasi nelayan, bahwa untuk mencapai kesuksesan usaha, harus dimulai dari hal kecil. Sehingga, diharapkan para nelayan menyadari itu dan mau berusaha.
Selain itu, katanya melalui kegiatan seperti itu, IFAD dan DKP juga akan membangun kerja sama dengan sejumlah swalayan, seperti Cemara Indah, Rukun Jaya, dan Aroma untuk membantu pemasaran produk-produk para nelayan.
“Kalau pemasaran bagus akan rangsang mereka untuk terus memproduksi aneka olahan ikan seperti abon, se’i, dendeng, bakso, dan keripik ikan,” katanya.
Menurut Ga, selama ini produk-produk olahan ikan para nelayan dipasarkan sendiri. Dan pihak dina telah membangun kerja sama pemasaran di Restoran Nelayan, Teluk Kupang, dan Sudi Mampir. Dan tahun ini, juga DKP dan IFAD telah membangun rumah pemasaran di Pasar Felaleo, dan diharapkan dapat membantu tingkatkan penjualan produk-produk olahan ikan.
Ga mengatakan, saat ini sebanyak 90 kelompok binaan yang tersebar di sembilan kelurahan, yakni Kelurahan Alak, Namosain, Nunbaun Sabu, Nunbaun Delha, Nunhila, Airmata, Fatubesi, Oesapa Barat, dan Lasiana. Menurut rencana, tahun depan akan ditambah lagi kelompok nelayan di tujuh kelurahan, yakni Fatufeto, Oeba, Pasir Panjang, Oesapa, Solor, Kelapa Lima, dan Tode Kiser.
Ketua Panitia Yanthi Massie mengatakan, pelaksaan kegiatan tersebut untuk membentuk networking perdagangan bagi produk tertentu dan membuat kontrak kerja sama komersial baru.
Menurut Massie, sasaran kegiatannya pada kelompok usaha pengolahan program CCDP-IFAD Kota Kupang. Sehingga, dari kegiatan tersebut, dapat memperluas jaringan pemasaran produk olahan ikan para kelompok binaan sehingga pada suatu saat nanti para nelayan mampu meningkatkan pendapatan rumah tangga masyarakat pesisir, pengetasan kemiskinan, penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi, dan pembangunan yang berkelanjutan sebagaimana tujuan kehadiran program IFAD.
Kegiatan tersebut menampilkan sejumlah pembicara, di antaranya Kepala DKP Thom Ga, anggota DPRD Kota kupang Nithanel Pandie, Konsultan Pemasaran IFAD Dr James Adam, Kadis Perindag Mesak Bailaen, manajemen Restoran Aroma, dan Sekretaris PIU Robby Adam. (riflan)

Komentar