oleh

Ditutup Penerbangan Kupang – Juanda, Ratusan Penumpang Terlantat di El Tari

KUPANG, TN — Erupsi Gunung Rawung di Bima, NTT mengakibatkan beberapa penerbangan Kupang – Juanda, Surabaya ditutup Angkasa Pura. Ratusan penumpang diterlantarkan di bandara El Tari Kupang tanpa kepastian sejak, Kamis (16/7/2015) petang.
Beberapa Penumpang peserta HUT Koperasi Indonesia ke 68, asal Sumatera mengaku pasrah dengan penutupan penerbangan tersebut dan berharap ada solusi yang diberikan pihak maskapai.
” Kami pasrah dengan kondisi ini karena bencana alam. Kami tidak memiliki keluarga terpaksa tidur dimusola bandara. Kami juga berharap ada kepastian dari maskapai sehingga bisa terbang kembali ke Sumatera. Kalau tidak bisa melalui Surabaya kami mohon agar penerbangan dialihkan ke Jakarta sehingga kami lebih muda mendapatkan transportasi ke Sumatera,” tegas Kabid Koperasi Pematang Siantar, Sumatera Utara, Herbert Aruan saat ditemui di Posko Terpadu Idul Fitri, Bandara El Tari Kupang, Jumat (17/7/2015.
Kepala Posko, Gabriel Keraf saat dikonfirmasi, mengakui sejak Kamis petang sebanyak dua penerbangan ditutup akibat erupsi Gunung Rawung.
” Kemarin sore (Kamis -red) kami menutup dua penerbangan, Lion Air dengan Nomor penerbangan T 693 dengan jumlah penumpang, 211 orang. Dan juga Nam Air dengan Nomor penerbangan 9524/ 9255, batal dengan 118 penumpang. Selain itu juga tadi pagi dua penerbangan ditunda hingga total penumpang mencapai 600 orang. Itu termasuk penerbangan lokal NTT akibat Transnusa mengalami kerusakan teknis kemarin,” tegasnya.
Menurut Keraf, sampai dengan saat ini pihaknya belum bisa memastikan penerbangan ke Kupang – Surabaya.
” Untuk siang ini kita juga belum tahu perkembangan terakhir di Juanda Surabaya,” katanya.
Dia mengatakan, menyikapi persoalan tersebut pihak Angkasa Pura tidak hanya bisa melakukan pengawasan sementara Maskapai-lah yang bertanggung jawab terhadap penumpang.
” Kasihan bagi penumpang yang berada dari luar NTT, terpaksa tadi malam mengizinkan untuk tidur di musola. Dan kami juga mendesak agar pihak Lion Air, memrioritaskan penunpang yang kemarin dan pagi tadi. Kita bersyukur penumpang memahami, hanya saja kita berharap pihak maskapai bisa memahami dan memberikan solusi terbaik,” katanya.
Keraf, menjelaskan, telah terjadi peningkatan penumpag sejak pada H – 4 mencapai 37.260 penumpang dengan total flait 417. Sementara penerbangan masuk sebanyak 32.990 penumpang dengan 411 flait.(mas)

Komentar