oleh

Diterjang Gelombang, Warga Pasir Panjang Kembali Datangi Dewan Kota

KUPANG, Terasntt.com — Diterjang Gelombang pantai, puluhan warga RT 3/RW 1, Kelurahan Pasir Panjang, kota Kupang kembali mendatangi Dewan kota, Selasa (1/8/2015). Mereka yang datang bukannya menolak pembangunan tembok penahan pantai, namun meminta agar bisa terhindar dari amukan gelombang.
“Kami sudah tiga malam diterjang gelombang pantai. kehadiran kami warga RT 03 mengingkan proyek tembok penahan tetap dilanjutkan agar bisa terhindar dari bencana,”kata salah seorang, Marthen dihadapan ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe bersama anggota Zeyto Ratuarat dan Nithanel Pandie dan asisten I, Yos
Rerabekaa.
Menurut Marthen, wara RT 03 sudah sangat menderita akibat diterpa gelombang pasang yang sudah terjadi salama tiga malam.
Menurut dia, lokasi RT 03 sering diterpa gelombang apalagi saat musim huan.
” Beberapa waktu lalu, rumah saudara saya rusak parah akibat diterjang gelombang dan hingga saat ini belum diperbaiki akibat ketiadaan biaya. Saat itu Pemkot sudah mendata, namun belum ada bantuan yang muncul.
Dia juga menegaskan, bahwa warga yabg nendatangi DPRD kota sebelumnya melakukan pembohongan publik karena mereka tidak perna menolak pembangunan tembok penahan.
” Kami ini korban dari ambukan gelombang, masa kami harus menolah pembangunan tembok penahan,” tegas Marten.
Kesempatan yang sama,Ketua RW 05, Isak Daris mengatakan, belum lama ini ada penolakan hanya karena mempertahan pasir dan tidak mempertimbangkan keselamatan warga.
” Kehadiran kami disini karena mengingkan proyek tersebut tetap dilanjutkan. Kami menyesal, karena kehadiran kami bukan membantah warga yang menolak tetapi apa yang sudah direncanakan harus dikerjakan agar bisa melindung warga yang berada di pinggir pantai,” tegasnya.
Yeskiel Loudoe mengatakan, terkait aspirasi warga RT 03 yang menerima proyek pembangunan tembok penahan pantai agar membuat surat secara resmi ke lembaga DPRD Kota sehingga pihaknya bisa mengundang pemerintah dan PPK untuk membicarakan lebih lanjut.(riflan)

Komentar