oleh

Disparekraf Gelar Bimtek, Wujudkan Masyarakat Sadar Wisata

KUPANG, Terasntt.com — Pariwisata sebagai salah satu pilar pembangunan di Indonesia perlu mendapat perhatian lebih.
Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi NTT menyikapinya dengan menggelar bimbingan teknis (bimtek) tentang pemberdayaan masyarakat destinasi pariwisata.
Hal ini bertujuan untuk mewujudkan masyarakat destinasi pariwisata yang Sadar Wisata.
Demikian disampaikan Kadis Parekraf Provinsi NTT Marius Ardu Jelamu, ketika membuka bimtek tersebut di Hotel T-More, Rabu (26/8/2015).
Ardu Jelamu mengatakan, bahwa pembagunan kepariwisataan diarahkan untuk mewujudkan prinsip pembangunan inklusif sebagaimana amanah dari sila Kelima Pancasila yakni mewujudkan Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, yang sejalan dengan amanah UU Nomor 10 tahun 2009, tentang Kepariwisataan yang dalam pertimbangannya, menyatakan bahwa pembangunan kepariwisataan diperlukan untuk mendorong pemerataan kesempatan berusaha dan memperoleh manfaat serta mampu menghadapi tantangan perubahan kehidupan lokal, nasional, dan global.
Menurut dia, Pemberdayaan masyarakat merupakan alat untuk memastikan pembangunan kepariwisataan memberikan manfaat bagi sekitar destinasi pariwisata, pembangunan kepariwisataan merupakan integrasi antara pembangunan sarana dan prasarana daya tarik serta manusia di destinasi pariwisata.
Dengan sadar wisata akan tercipta kondisi kondusif bagi wisatawan untuk berwisata, dalam konteks pemberdayaan masyarakat di destinasi pariwisata di lihat sebagai sarana untuk mendorong masyarakat berpartisipasi aktif membangun destinasi pariwisata yang berdaya saing (product development).
Budi Setiawan salah satu Narasumber dalam materinya, mengatakan, bahwa tujuan dan sasaran Workshop peningkatan Kapasitas Usaha masyarakat di destinasi Pariwisata yakni, memberika pemahaman mengenai konsep peningkatan kapasitas usaha di bidang pariwisata, juga masyarakat bisa mendapatkan keuntungan dari kegiatan kepariwisataan guna mewujudkan pembangunan kepariwisataan yang inklusif.
Dan juga lanjut dia dapat memberikan acuan bagi segenap pihak dan pemangku kepentingan dalam pengembangan kepariwisataan mengenai pelaksanaan peningkatan kapasitas usaha masyarakat ke dalam langkah-langkah kebijakan dan program-program yang nyata dan dapat di terapkan, kemudian mendorong peran aktif segenap komponen masyarakat dalam upaya terwujudnya pengembangan potensi masyarakat.
Setiawan, meminta kepada Kadis untuk NTT khususnya Disparekraf harus mempunyai Link sendiri, juga bekerjasama dengan pelaku usaha untuk membuka jendela pariwisata atau memperkenalkan pariwisata dan fasilitas yang yang ada di NTT.(mas)

Komentar