Home Daerah DiraTome, Total Membangun Sabu Raijua

DiraTome, Total Membangun Sabu Raijua

910
0
SHARE
Foto : Istimewa

MENIA, Terasntt.com — Detik-detik peringatan HUT RI ke-71 di Kabupaten Sabu Raijua menjadi momentum bermartabat bagi Bupati Marthen L Dira Tome, menggelorakan spirit membangun Negeri Seribu Lontar. Secara tegas ia mengajak seluruh elemen di Sabu Raijua untuk bahu-melangkah bersama memajukan Sabu Raijua.

“ Saya menyerukan kepada kita semua baik nelayan, buruh, petani, pedagang, guru, pns, TNI dan Polri, pengusaha dan kalangan profesional untuk kita bekerja keras dengan prinsip kerja 4 Kartua AS, yaitu : bekerja kerAS, bekerja cerdAS, kerja iklAS dan kerja tuntAS bahu membahu, bergotong royong. Inilah moment sejarah bagi kita semua untuk bergerak bersama, melangkah bersama, berlari bersama. Saatnya kita harus bekerja nyata bagi Sabu Raijua yang kita cinta,” kata Dira Tome dalam pidatonya pada peringatan HUT RI ke-71 di Sabu Raijua, yang dibacakan Wakil Bupati Nikomedus RIhi Heke, di halaman kantor bupati, Menia, Rabu (17/8/2016).

Menurut Dira Tome, dalam perjalanan waktu 71 tahun kemerdekaan RI, dan 5 tahun periode pertama kepemimpinan bupati dan wakil bupati, pemerintah telah berusaha meningkatkan kapasistas diri dan melakukan upaya-upaya agar masyarakat Sabu Raijua bisa terlepas dari berbagai ketertinggalan dan keterpurukan kehidupan untuk mencapai mimpi besar bersama; menjadikan Sabu Raijua kabupaten yang inovatif, maju dan bermartabat.

“ Sejumlah keberhasilan telah dinikmati masyarakat Sabu Raijua, namun kita juga harus realistis dan jujur bahwa dalam kurun waktu kepemimpinan kami pada periode pertama masih ada sejumlah harapan dan keinginan masyarakat yang belum seutuhnya dicapai dan dinikmati,” ujarnya.

Dira Tome memaparkan, sebagai wujud keseriusan pemerintah mensejahterakan masyarakat Sabu Raijua, pemerintah akan mengambil langkah-langkah percepatan pembangunan,antara lain : di bidang pendidikan, pemerintah terus berupaya meningkatkan pelayanan pendidikan demi perluasan akses dan penuntasan wajib belajar pendidikan dasar 9 dan 12 tahun melalui : pembangunan unit sekolah baru, pemberian beasiswa dan pemberian bantuan dana BOS dan BOMM, dan penyediaan transportasi bagi siswa. Dan, “Untuk meningkatkan mutu, relevansi serta daya saing pendidikan, pemerintah terus mengupayakan pengangkatan guru negeri dan guru kontrak untuk ditempatkan secara merata sampai ke-desa-desa, pelaksanaan center Mipa dan bedah SKL untuk meningkatkan kompetensi guru. Dan mulai tahun ajaran ini merintis sekolah unggul kerjasama dengan sekolah unggul dari luar Rabu Raijua,” tandasnya.

Demikian juga, ia memberikan beberapa hal penting agar menjadi perhatian seluruh stafnya demi penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan, yakni budayakan disiplin, dan etos kerja tinggi serta sikap produktif bukan konsumptif. Budaya atau kultur ini harus dikembangkan dalam pola hidup sehari-hari agar kita mampu menjadi masyarakat yang bisa menghasilkan produk dan dapat berdiri tegak di tengah trend masyarakat global yang penuh kompetitif.

Dan milikilah kepekaan untuk melihat setiap persoalan daerah sebagai bagian dari tanggungjawab moril masyarakat sabu raijua yang baik, karena faktor internal dan eksternal dewasa ini cenderung membuat kita diperhadapkan dengan masalah ketimpangan, kesenjangan, penyimpangan, dan sebagainya, yang apabila tidak disikapi secara arif dan bijaksana akan menjadi bom waktu yang dapat memicu krisis dan keterpurukan.

Demikian juga, lanjutnya khusus bagi kawula muda Sabu Raijua, saya berharap agar selalu memposisikan diri pada lini terdepan dalam setiap kegiatan pembangunan, maupun sosial kemasyarakatan di lingkungan masing-masing. Rintislah kegiatan-kegiatan yang memiliki dampak positif terhadap peningkatan kualitas diri seperti olahraga, kesenian, maupun ketrampilan-ketrampilan teknis yang dapat dijadikan sebagai modal hidup di masa depan.

Demikian juga, bagi seluruh aparatur sipil negara lingkup Pemkab Sabu Raijua, agar senantiasa menampilkan perilaku profesionalitas aparatur yang bersih, berwibawa, disiplin, serta memiliki ahklak dan moralitas yang terpuji dalam mengemban tugas sebagai abdi atau pelayan masyarakat.
Kelima, bagi seluruh kepala desa dalam penggunaan dana desa supaya tidak hanya mengedepankan musyawarah lalu mengabaikan azaz manfaat. Sangat diharapkan agar dana tersebut dapat membantu menyelesaikan masalah kekeringan yang berkepanjangan dengan membuat embung-embung pertanian di lokasi yang cocok sekaligus mengadakan peralatan mesin pertanian seperti hand traktor untuk mendukung percepatan program ketahanan pangan di daerah kita, selebihnya silakan digunakan untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat. (mas)

Berikan Komentar Anda.