by

Dinkes Kota Deteksi Dini Hepatitis B pada Bumil

KUPANG, Terasntt.com — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang mendeteksi sejak dini hepatitis B bagi ibu hamil (Bumil). Upaya yang tengah dilakukan dengan menggelar rapat koordinasi percepatan pelaksananan deteksi dini dimaksud.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, Ari Wijaya usai rapat tersebut di Kupang, Kamis (10/7/2017)

“ Kota Kupang adalah salah daerah pilot projek yang dipilih Kementerian Kesehatan untuk kegiatan ini. Untuk itu kami langsung merespon dan telah melakukan pemeriksaan kepada ibu hamil di Kota Kupang,” ujarnya.

Wijana mengatakan, pertemuan yang dilakukan berkaitan dengan penangan kasus hepatisis B. Dan proses penanganannya secara prefektifnya melalui imunisasi.

Berkaitan program tersebut pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap ibu hamil dan juga terhadap kelompok masyarakat, termasuk tenaga kesehatan.

Wijana merincikan, bahwa berdasarkan hasil deteksi dini terhadap Ibu hamil berhasil ditemukan sebanyak 3,5 persen dari 307 yang menjalani pemeriksaan oleh dinas. Sedangkan kelompok masyarakat yang beresiko lainnnya, tambah Wijana terdapat 4,4 persen.

” Angka tersebut baru berupa pengambilan sampel terhadap 45 orang, dari jumlah penduduk Kota Kupang sebanyak 500 ribu lebih, yang penyakit-penyakitnya seperti fenomena gunung es,” ujarnya.

Ia menambahkan, penyebab virus penularannya terhadap penyakit tersebut salah satunya melalui perpindahan darah. Perpindahan darah itu sama seperti virus lainnnya, yakni HIV/AIDS dan sebagainya, serta tranfusi darah dari ibu kepada bayi,.

” Oleh karen itu melalui pertemuan yang digelar prioritas utama yang dilakulan dinas lebih pada penanganan terhadap ibu hamil,” ujarnya.

Lanjut Wijana, tujuan utama dari kegiatan tersebut adalah mencegah sedini mungkin penyebaran virus tersebut hepatitis B itu.

“ Kenapa hepatisis ini menjadi perhatian serius kita, karena wanita bisa menjadi penular bagi bayi yang dikandungnya walaupun tidak manivestasi klinik,” kata Wijana.

Wijana berharap, melalui kegiatan dan langka deteksi dini yang telah dilakukan tersebut, terus membangun koordinasi secara baik dengan semua jajaran kesehatan, agar dapat melaksanakan program ini secara cepat pada ibu hamil.

” Agar dapat meminimalisir jumlah penderita penyakit tersebut,” demikian Wijaya. (raf)

Comment

Berita Terbaru