Home Daerah Dinilai Pelayanan Rendah, Mangi Minta Kementerian PANRB Obyektif

Dinilai Pelayanan Rendah, Mangi Minta Kementerian PANRB Obyektif

657
0
SHARE

Kupang, Terasntt.com — Pelayanan publik pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kota Kupang tahun 2017 dinilai rendah oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Kadis Dukcapil David M. Mangi meminta pihak Kementerian harus obyektif dalam memberikan penilaian.

Pasalnya, dari 72 Kabupaten/Kota yang dievaluasi Dukcapil Kota Kupang berada diurutan terakhir dengan kategori cukup dengan catatan atau C minus.

Menurut Mangi, penilaian yang dilakukan Kementerian PANRB tidak obyektif karena Dukcapil Kota Kupang dibandingkan dengan daerah lain yang peralatannya sangat lengkap seperti Jakarta.

” Saya mau bilang Beta bukan sombong tapi Beta dengan staf sudah berikan pelayanan yang sangat maksimal hanya peralatan yang ada terbatas. Jangan bandingkan kita dengan Jakarta karena itu sama dengan membandingkan Indonesia dengan Amerika,” kata Mangi di ruang kerjanya, Rabu (31/1/2018)

Dikatakan, berbagai inovasi sudah dilakukan bahkan berhadapan langsung dengan masyarakat untuk menjelaskan kondisi dan keadaan di instansinya juga telah dilakukannya.

Persoalan saat ini, jelas Mangi, sistem pelayanan yang dilakukan saat ini bergantung pada jaringan internet dan terintegrasi dengan Kementerian.

“Dengan sistem kerja yang terintegrasi dengan Kementerian maka kita bergantung dari jaringan. Mau cetak orang punya KTP bagaimana kalau datanya tidak tampil. Nah data yang tidak tampil ini lebih banyak dari data yang tidak tampil. Lalu masyarakat datang mengeluh lalu kita yang disalahkan. Padahal Dukcapil Kota/Kabupaten itu hanya mengeksekusi atau hanya mencetak data yang dikirim Kementerian tapi kalau data tidak tampil kita mau cetak bagaimana,” terang Mangi.

Menuntut pelayanan yang berlebihan, kata Mangi, dengan peralatan yang sangat terbatas adalah mustahil. Saat ini alat perekam yang ada di 6 kecamatan hanya berfungsi 3 sedangkan lainnya rusak. Kemudian server yang dimiliki Dukcapil Kota Kupang merupakan server bantuan Pemerintah pusat dari tahin 2013. Jadi kalau server tersebut rusak dalam rentang waktu lama berarti ada ribuan dokumen yang tidak dapat dicetak.

Dijelaskan, Desember 2017 Dukcapil Kota baru mendapat tambahan 3 server baru. Otomatis pelayanan baru berjalan normal Januari 2018.

“PANRB melakukan penilaian beberapa tahun lalu saat Beta pung kondisi yang lagi parah dan diukur dengan daerah lain yang peralatannya lengkap karmana. DKI Jakarta yang punya peralatan serba lengkap dibandingkan dengan Kota Kupang yang peralatannya sonde lengkap atau rusak-rusak terus. Bisa ko sonde Kakak pasang itu. Ndak usah jauh-jauh, bisa tidak pasang perbandingan Indonesia dengan Amerika,” ungkap Mangi dengan nada suara tinggi.

Manggi menambahkan, saat ini pihaknya baru mulai mencetak KTP elektronik warga yang telah melakukan rekaman sejak Januari hingga Desember 2016 akibat server yang ada baru normal. Sedangkan yang melakukan perekaman 2017 belum dicetak. Karena itu dirinya meminta Kementerian PANRB obyektif dengan melihat kesulitan dan kendala yang dialami setiap daerah sebelum mengeluarkan penilaian. (raf)

Berikan Komentar Anda.