oleh

Dinas P & K TTS Supervisi PAUD Tulun Tuan

  • Foto bersama usai supervisi PAUD Timun Tuan

    Soe, teras-ntt.com — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P & K) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) melakukan supervisi terhadap PAUD Tulun Tuan di Desa Pili. Supervisi tersebut dilakukan oleh kabid pendidikan PAUD dan Pendidikan non formal, Yosua Onisimus Kause, Selasa (21/7/2020)

Dalam arahannya, Onisimus Kause, menyampaikan terima kasih kepada dokter Octavia Nuban, tokoh masyarakat dan pemerintah setempat yang telah memberikan dukungan positif bagi keberadaan PAUD di desa setempat. Selain itu, ia juga menyampaikan permohonan maaf yang seharusnya bapak kepala dinas hadir langsung dalam kegiatan tersebut, namun ada urusan penting yang harus diselesaikan.

” Saya sebenarnya terharu karena tidak membayangkan tempat ini ada sekolah seperti ini. Setelah melihat semua kriteria sekolah ini dianggap layak karena di sini ada semangat untuk mengabdi bagi generasi penerus bukan semangat untuk membangun. Anak-anak merupakan titipan Tuhan, maka harus dibimbing dengan hati karena PAUD itu bukan pendidikan formal sehingga anak-anak masih harus bermain dan sambil belajar bukan belajar sambil bermain,” tandasnya.

Selain itu, Kabid pendidikan non formal ini berjanji dalam beberapa hari kedepan ijin operasional sekolah ini akan diserahkan langsung oleh Kepala Dinas P dan K Kabupaten TTS.

” Paud di TTS sudah mencapai 800 an. Lambang Pendidikan Anak Usia Dini harus murni lahir dari orang-orang pengabdi. Saya mau tegaskan bahwa kalau pakai nilai maka sekolah ini mencapai nilai sangat memuaskan karena sudah memiliki alat permainan anak-anak yang lengkap. Saya tegaskan sekali lagi bahwa tidak sampai satu minggu lagi ijin operasionalnya diserahkan. Saat ini juga selaku kabid pendidikan PAUD dan non formal mau tegaskan bahwa dana desa apa sedikit peruntukkannya bagi pendidikan PAUD sehingga diharapkan dapat membantu sekolah ini,” ujarnya.

Sementara Kepala Desa Pili yang diwakili kepala urusan pemerintahan, Melianus Nubatonis, mengatakan, bahwa semua ini dapat berjalan karena adanya kebersamaan.

” Kami dari pemerintah desa mendukung setelah hari ini ada pengesahan dari dinas . Saya mau katakan, bahwa dari pemerintah desa pernah buka PAUD tapi karena tidak ada pendidik atau guru maka ditutup. Kami anggap PAUD ini penting karena tanpa pendidikan dasar yang baik tidak mungkin mencapai sarjana,” ujarnya.

Sementara drg. Octavia Seolbita Nuban mengungkapkan, bahwa hari ini merupakan sesuatu yang luar biasa karena dari dinas sudah berjanji untuk memberikan ijin operasional dalam beberapa hari ke depan.

Sedangkan Alexander Nuban, yang mewakili ke empat suku di kampung Tulun yakni Nuban, Tabun, Natonis dan Liunesi menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang tidak tutup mata dengan kampung itu sehingga setelah melihat sekolah tersebut berjanji untuk mengeluarkan ijin operasional dalam satu minggu ke depan dan akan diserahkan langsung oleh kepala dinas. (ab)

Komentar

Berita Terbaru