Home Hukrim Dikecam LSM, Polisi Mengaku Salah Bebaskan Kepsek Pemerkosa Siswi di TTU

Dikecam LSM, Polisi Mengaku Salah Bebaskan Kepsek Pemerkosa Siswi di TTU

1680
0
SHARE
Foto : Ilustrasi

KEFAMENANU, Terasntt.com — Mantan Kepala SD Negeri Nunpo Kecamatan Bikomi Nilulat, Yasintus Obe, tersangka kasus pemerkosaan terhadap salah seorang Siswi SMP (Bunga- nama samaran)(16) dibenaskan Polisi sepihak. Pembebasan dilakukan dengan alasan sudah berdamai secara kekeluargaan.

Korban pemerkosaan yang merupakan anak dibawah umur mendapat kecaman dari media dan LSM pemerhati perempuan dan anak, hingga Polisi mengakui salah membebaskan tersangka dari jeratan hukum.

Kepsek Pemerkosa Siswi SMP Dibebaskan Polisi


https://www.teras-ntt.com/terancam-dijerat-hukum-kepsek-cabul-ancam-keluarga-korban/.

Demikian juga, kinerja anggota Kepolisian Resor Timor Tengah Utara, dipertanyakan publik terkait beberapa kasus kekerasan seksual dengan korban anak dibawah umur, namun proses hukumnya terkesan mandek bahkan diberhentikan.

Menyikapi sorotan publik ini Kasat Reskrim Polres TTU, Ajun Komisaris Polisi (AKP), Hadi Handoko kepada Terasntt.com mengakui kesalahan ada pada pihak Polres TTU.

Menurutnya, penyidik yang menangani kasus kepsek tersangka pemerkosa, menyodorkan blanko ke kapolres, AKBP Robby M Samban, SIk untuk ditandatangani, seolah sudah ada persetujuan dari dirinya selaku kasat terkait perihal pembebasan tersangka. Padahal saat itu dirinya tidak berada di tempat.

“Kalau mengenai lepasnya tersangka Yasintus Obe, waktu itu saya tidak tahu karena sedang tidak berada di tempat. Penyidik mengantar blangko untuk ditanda tangani bapak Kapolres. Karena tumpukan berkasnya banya beliau tidak membacanya dan langsung menandatangani. Kami kaget ketika disoroti berbagai media dan LSM Pemerhati Perempuan dan Anak. Kapolres langsung memerintahkan anggota untuk melanjutkan proses hukumnya,” tegas Handoko.

Untuk diketahui, hingga saat ini tersangka Yasintus Obe sempat ditahan selama 19 hari baru dilepas hingga kini masih masih berada di luar tahanan.

Obe dilepas polisi dengan alasan sudah berdamai dengan keluarga korban dan membayar denda adat.

Status Obe hingga kini masih wajib lapor dua kali dalam seminggu. Dan jabatan sebagai Kepsek telah dicopot hingga sementara sebagai sebagai staf biasa di Dinas PPO TTU.

Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO), Kolo Donatus kepada saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (31/5/2016) mengaku telah mencopaot Obe sebagai kepala Sekolah dan ditarik menjadi staf di dinas.

“Ya, jabatannya sebagai kepala sekolah saya copot dan sekarang saya tarik ke dinas PPO sebagai staf biasa. Dia sementara menjalani pembinaaan selama enam bulan, sambil kami berkoordinasi dengan bagian kepegawaian menunggu jadwal mutasi. Dia akan dimutasikan ke sekolah lain,” tegas Kolo.(dit)

Berikan Komentar Anda.