Home Hukrim Diduga Selewengkan Dana Desa, Kades Boentuka Diadukan Ke DPRD TTS

Diduga Selewengkan Dana Desa, Kades Boentuka Diadukan Ke DPRD TTS

1452
0
SHARE

Warga Boentuka mengadu  ke DPRD TTS

Soe, teras-ntt.com — Sejak tahun 2016 – 2019 Pengelolaan Dana Desa Boentuka, Kabupaten TTS diduga disewengkan Kades Apris Fuah. Tidak terima dengan kondisi ini warga mengadu ke Komisi I DPRD TTS, Senin (17/2/2020).

Mereka diterima anggota Komisi I masing – masing Uksam Selan, Lusianus Tusalakh, Ratna Talidodoh, Hendrik Babys, Yudi A.Selan dan Gustaf Nabuasa.

Dalam pertemuan tersebut warga menyampaikan 16 poin terkait pengelolaan kegiatan yang bersumber dari dana desa sejak tahun 2016 hingga 2019.

Salah seorang warga Novis Stefanus Bengu yang biasanya disapa Ama mengatakan, banyak pekerjaan tidak melalui Musrembangdus tetapi langsung saat dikerjakan. Musrembangdes pun kades hanya mengundang orang – orang yang bisa dikendalikannya.

Lebih lanjut menurut Ama sejak kepimpinan Apris Fuah masyarakat tidak dilibatkan dalam berbagai kegiatan dan banyak dana siluman.

Ia mencontohkan pembangunan posyandu senilai Rp 42 juta pada tahun 2018 namun kenyataannya tidak ada pembangunan fisiknya.

” Di Boentuka yang kami tahu hanya ada satu posyandu, itupun sudah ada jauh sebelum masa kepimpinan Apris Fuah sehingga bisa dikatakan ini siluman,” ujarnya.

Menurut Ama yang didampingi rekan – rekannya menduga banyak kegiatan yang bermasalah seperti pembangunan embung, jalan, rabat, perpipaan, kebun percontohan dan banyak kegiatan lain yang tidak jelas pengelolaannya.

Sementara itu warga lain Matias Fallo menjeleskan, bahwa pihaknya baru kali ini mengadukan sang kades karena mereka melihat sudah sangat keterlaluan dan banyak arogansi yang dilakukan.

” Baru kali ini kami adukan karena selamai ini masih mengamati kinerjanya. Menurut kami ia sendiri mengelola dana desa tanpa melibatkan masyarakat,” ujar mantan desa ini.

Karena itu pihaknya berencana meminta pendampingan DPC Pospera TTS untuk konsultasi agar bisa melaporkan dugaan penyelewengan ini kepada pihak penegak hukum.

Menanggapi hal ini anggota Komisi, Lusianus Tusalakh secara singkat mengatakan, atas pengaduan warga desa Boentuka tersebut pihaknya telah menjadwalkan untuk turun ke lokasi untuk melihat lebih dekat.(sys)

Berikan Komentar Anda.