oleh

Di Tengah Pandemi Covid-19, Siloam Hospitals Labuan Bajo Penuhi Layanan Destinasi Wisata Kesehatan 2021

Labuan Bajo, teras-ntt.com — Adanya pandemi Covid-19, tidak menyurutkan semangat manajemen Siloam Hospitals Labuan Bajo Nusa Tenggara Timur dalam penanganan layanan wisata kesehatan. Hal tersebut dilakukan melalui sinergi bersama Pemerintah sejak November 2020 silam, termasuk mengadakan kerjasama bersama sejumlah stakeholder pariwisata. 

“Sejak November 2020 lalu saat dilakukan Simulasi Protokol Kesehatan dan Keamanan dalam mengadakan destinasi wisata ke Labuan Bajo oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI,  kami berpartisipasi sebagai Pusat Rujukan Fasilitas Layanan Kesehatan (Fasyankes). Sejumlah area pendaftaran dan layanan rawat jalan, kami siapkan khusus disediakan bagi turis. Selain itu kami turut menyiagakan tim emergency dalam kasus gawat darurat bagi turis yang mengalami kecelakaan saat berwisata di Labuan Bajo”, ungkap Dr. Hermas Irawan, M.M , direktur Siloam Hospitals Labuan Bajo, Selasa (19/01/2021).

Menurut Hermas, kenyamanan dalam berwisata merupakan hal pokok yang diinginkan para turis, termasuk kenyamanan dalam mendapatkan fasilitas kesehatan. Lalu apa saja fasilitas tersebut?

“Karena kami paham bahwa kenyamanan turis adalah yang utama.  Contohnya adalah Siloam Hospitals Labuan Bajo menyiagakan layanan ambulance call out untuk setiap hotel yang membutuhkan termasuk layanan ambulance di udara hingga persiapan rujukan melalui pesawat komersial yang ditujukan kepada jaringan rumah sakit Siloam lainnya di wilayah Indonesia Timur,” ungkap Hermas. 

Sebagai catatan dalam peningkatan layanan wisata kesehatan bagi turis mancanegara dan turis lokal, Siloam Hospitals Labuan Bajo merupakan satu satunya rumah sakit swasta di Nusa Tenggara Timur yang memiliki fasilitas layanan Hyperbaric Oxygen Chamber Therapy (HBOCT). Selain ditujukan untuk penanganan penyakit dekompresi yang kerap dialami oleh para penyelam laut dalam, Hyperbaric Oxygen turut dimanfaatkan untuk mengobati berbagai indikasi klinis. Di antaranya bisa digunakan untuk penyembuhan luka tubuh seperti luka bakar dan luka terkait penyakit diabetes melitus serta pencangkokan kulit.

“Terapi ini sudah pernah kita lakukan di 2019 untuk 2 pasien dan hasilnya bagus. Untuk case akibat kecelakaan diving pada tahun 2019 kita sudah menangani hampir kurang lebih 40 pasien. Dan semuanya berhasil tertangani dengan baik. 

Tahun 2020 dimana pandemic covid 19 ini mulai, pelayanan hyperbaric hanya diperuntukan untuk emergency case saja, dengan pertimbangan menjaga penyebaran dan penularan covid 19 agar tidak menularkan pasien yang akan di hyperbaric. Karena terapi hyperbaric ini dilakukan dalam ruangan tertutup dan perputaran udara yang terbatas tidak ada akses dengan udara luar”, pungkas Dr. Hermas Irawan, M.M , direktur Siloam Hospitals Labuan Bajo saat menanggapi layanan Hyperbaric Oxygen Chamber Therapy bagi kebutuhan wisatawan.

Komentar