Home Politik Dewan Kota Dorong Dua Perda Inisiatif

Dewan Kota Dorong Dua Perda Inisiatif

736
0
SHARE
Foto : Istimewa

KUPANG, Terasntt.com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang, mendorong dua Perda inisiatif untuk dibahas dan ditetapkan. Kedua Perda tersebut terkait rencana induk pembangunan kepariwisataan  dan lingkungan hidup.

“ Dua Perda ini memang sangat berat, tetapi sudah dibahas oleh Badan Legislasi (Banleg). Tahun ini bisa selesai naska akademi dan drafnya,” kata anggota Banleg DPRD Kota Kupang, Daniel Hurek kepada wartawan usai rapat Baleg, Kamis, (26/1/2017).

Hurek mengatakan, dua Perda tersebut berhubungan dengan pariwisata yakni rencana induk pembangunan kepariwisataan Kota Kupang dan berkaitan dengan lingkungan hidup.

“ Perda kepariwistaan Kota Kupang sangat penting, karena sampai saat ini kita belum memastikan destinasi wisata Kota Kupang dimana, industri wisata apa yang kita kembangkan, dan pola pemasaran seperti apa pariwisatanya, pada hal kita ketahui Kota Kupang adalah kota jasa yang menjadi kota transit pariwisata oleh almarhum SK. Lerik. Maka tentunya mesti ada destinasi wisata unggulan ditengah – tengah kota baik destinasi sejarah, religius, maupun destinasi alam musti ditetetapka secara baik. Untuk itu dipandang perlu untuk mendorong Perda tersebut,” tegasnya.

Sementara Perda lingkungan hidup, kata Hurek, menjadi penting karena bicara soal bantaran kali yang di dalamnya ada sumber daya air, pengelolaan ruang terbuka hijau harus ditata, sehingga bicara soal lingkungan hidup sejalan dengan Sinode GMIT tanam air.

” Perda ini tergantung dari tim ahli menjangkaunya maka syukur bisa disindang I. Namun tentunya untuk lingkungan hidup yang sudah siap, sebab untuk pariwisata agak luas cakupannya, pasti akan ada studi, ada naskah akdemis yang kompresif dan draf yang lebih baik, sehingga sesuai kesepakatan kalua tidak bisa ternjakau maka tahun depan baru dibahas.Tetapi yang terpenting naskah akademis dan draf bisa selasai tahun ini, karena dua Perda sangat urgen yang musti diurus dengan kondisi Kota Kupang saat ini,” kata Hurek.

Hurek menjelaskan, ada hal yang bagus seperti dipunggung Sasando ketika ruang terbuka hijau dikelolah maka akan tumbuh dalam tempo beberapa tahun akan semakin bagus.

” Kita harus bersyukur seorang Tius Natun ketika beliau menaman pohon, waktu itu banyak orang tidak setuju,  tetapi sekarang baru kita menikmatinya. Pohon disepanjang jalan El Tari saat ini adalah buah dari inisiatifnya,” ujar Hurek. (raf)

Berikan Komentar Anda.