oleh

Dewan Kecam Pungutan di SMAN 1 SoE

SOE, TN — Penerimaan siswa baru di SMAN 1 SoE dan sejumlah sekolah lain dikenakan biaya mencapai Rp 1.010.000 per siswa. Sebagoian orangtua siswa keberatan dan meminta agar jumlah pungutan tersebut dikurangi.
Keluahat tersebut ditanggapi dan dikecam Wakil Ketua Komisi 4, DPRD TTS Religius Usfunan di ruang kerja komisi setempat, Jumat (10/7/2015).
Religius Usfunan, mengatakan pungutan yang dilakukan SMAN 1 SoE saat penerimaan siswa baru sangat berat dan hanya beralasan atas kesepatakan komite.
“Kalau Kepala Sekolah atau panitia penerimaan siswa baru mengatakan pungutan tersebut berdasarkan kesepakatan anggota komite sekolah, maka itu alasan yang tidak masuk akal. Karena orang tua siswa baru belum menjadi anggota komite dan mereka tidak mengikuti rapat komite. Itu alasan yang dibuat-buat,” tegasnya.
Menurut dia kalau ada pemberian sumbangan dana partisipasi dari orang tua murid kepada sekolah untuk menunjang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah tentu tidak memberat orang tua murid karena dalam aturan ada presentasi dana partisipasi yang tidak sebesar yang dipungut.
” Masa SMAN I SoE memungut hingga Rp. 1.010.000. Itu terlalu memberatkan orangtua siswa,” katanya.
Usfunan menjelaskan, bahwa SMAN 1 SoE juga mendapat dana yang anggarkan pemerintah untuk membiayai proses belajar mengajar, yakni Dana BO. Dan juga dana lain yang jumlahnya mencapai ratusan juta per triwulan. Kenapa siswa baru yang harus dibebankan. Saya meminta agar sekolah yang sudah melakukan pungutan terutama SMA Negeri I SoE segera mengembalikannya agar ke depan tidak menjadi persoalan,” tegas Usfunan.
Pada tempat berbeda, ketua panitia penerimaan siswa baru SMAN 1 SoE, Alfred Selan mengatakan, bahwa pungutan tersebut berdasarkan keputusan rapat Komite dengan pihak sekolah. Dimana setiap siswa wajib menyerahkan uang daftar ulang sebesar Rp. 1.010.000 sekaligus.
” Pungutan Itu berdasarkan keputusan rapat komite sekolah dimana setiap siswa wajib menyerahkan uang 1.010.000,” tegasnya.
Menurut dia, pungutan sebesar 1.010.000 tersebut sudah disampaikan ke Sekretaris Dinas PPO dan pihak dinas menyetujui pungutan tersebut.
“Kami sudah laporkan ke dinas dan dinas menyetujui sehingga tidak ada masalah. Uang tersebut dimanfaatkan untuk biaya pembangunan aula sebesar Rp 600.000, uang SPP selama tiga bulan sebesar Rp 180.000, uang kostum olahraga sebesar Rp 130.000 dan biaya verifikasi data serta biaya makan minum dan lain-lain untuk pantia sebesar Rp. 100.000,” katanya.(K2)

Komentar